Harian Aceh Indonesia
HARIANACEH.co.id

Aktris Hollywood Ikut Sudutkan Pangeran MBS

Pangeran MBS dinilai bertanggung jawab atas perang di Yaman.

HARIANACEH.co.id, WASHINGTON — Aktris Scarlett Johansson dilaporkan telah menolak tawaran bermain dalam sebuah film yang didanai Putra Mahkota Saudi Muhammad bin Salman (MBS). Johansson awalnya diminta untuk memerankan tokoh pewarta foto pemenang penghargaan Pulitzer, Lynsey Addario.

Film yang akan dia perankan adalah film biografi yang disutradarai oleh Ridley Scott. Namun saat ia mengetahui bahwa penyandang dana dari film itu salah satunya adalah Pangeran Mohammed, ia menolaknya.

“Scarlett Johansson mengatakan tidak. Dia berkata: ‘Orang ini (Pangeran MBS) sedang melestarikan perang di Yaman. Dia menjebloskan perempuan ke penjara’,” ujar Addario dalam sebuah wawancara dengan Nicholas Kristof dari New York Times.

“Saya tidak bertemu dengannya (Pangeran MBS) secara pribadi. Tapi yang saya pikirkan adalah, film tentang saya mungkin akan menjadi kampanyenya. Dan faktanya dia ingin menunjukkan ke Barat bahwa dia menyukai Hollywood, dia menyukai semua hal hebat di Barat … Apakah saya ingin dia terkait dengan film ini? Tentu saja tidak. Dan alhamdulillah dia tidak,” paparnya.

Baca juga, Saudi Bantah Keterlibatan MBS dalam Kasus Khashoggi.

Pada April lalu, Pangeran MBS berkunjung ke Hollywood untuk bertemu dengan sejumlah pihak, termasuk aktor Dwayne Johnson. Kunjungannya memicu protes, begitu juga dengan Johnson yang mengunggah foto pertemuannya dengan Pangeran MBS.

Pekerjaan Addario berfokus pada konflik global dan efeknya pada perempuan. Selama kariernya, ia telah diculik dua kali dan dilecehkan secara seksual saat ditahan di Libya.

Filmnya yang akan datang awalnya disutradarai oleh Steven Spielberg dan dibintangi oleh Jennifer Lawrence, didasarkan pada memoar Addario berjudul ‘It’s What I Do.’

Sumber: Republika

Beri Komentar
Loading...

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. TerimaSelengkapnya