Harian Aceh Indonesia
HARIANACEH.co.id

Direktur RS CND Mohon Maaf ke Wartawan, Janji Perbaiki Hubungan!

MEULABOH- Direktur Rumah Sakit Umum Cut Nyak Dhien (RSUD CND) Meulaboh, dr Furqansyah, mengaku ada mis komunikasi antara Satpam dengan wartawan, sehingga muncul kabar terjadi pengusiran, namun hanya salah paham saja, sebab waktu itu wartawan tidak di izikan naik ke lantai dua tempat pertemuan kemenkes dengan Direktur, munkin larangan itu yang tidak dimengerti oleh Satpam, katanya.

Dengan demikian pihaknya meminta maaf kepada wartawan atas kejadian yang tidak mengenakan saat Tim Kemenkes RI datang ke Rumah Sakit, kedepan ia berjanji akan menciptakan hubungan baik dengan media, ujar Furqan kepada awak media pada sesi jumpa pers kamis (25/10/18) di RS CND.

Menurut Furqan. selama ini ia mengakui kurang melakukan komunikasi dengan wartawan, kedepan tidak seperti itu lagi, hubungan baik harus dibina. kalau tidak ya seperti kejadian kemarin yang tidak baik bagi kita semua, sekali lagi kami atas nama manajemen Rumah Sakit meminta maaf kepada rekan-rekan wartawan yang merasa terusir, padahal bahasa halusnya bukan begitu, katanya.

Furkan berjanji kedepan akan terbuka dengan wartawan termasuk bebas meiput di rumah sakit tanpa terkecuali, kita sebenarnya terbuka dan tidak elergi dengan wartawan, cuma kurang komunikasi saja, ujar Furqan.

Lebih lanjut Furqan menambahkan, terkait dengan meninggalnya dua Pasien jum’at 19 oktober lalu dugaan akibat salah suntik oleh perawat pejaga shif, itu masih dalam pemeriksaan pihaknya, termasuk memeriksa obat dan jarum suntik yang digunakan waktu itu.

Selain itu ia juga menyebutkan telah berkunjung ke rumah korban Alfareza di Pante Cereumeun, orang tuanya menerima kami dengan baik dan pasrah atas musibah itu, tapi untuk selanjutnya ia belum tahu, namun kita telah beberpa kali kesana, ujar Furqan.

Sebelumnya diberitakan, sekitar lima wartawan diperlakukan tidak menyenangkan oleh oknum Satpam RSU CND, mereka tidak mengizinkan wartawan meliput kegiatan kunjungan tim Kemenkes kesana, sehingga terjadi ketengangan antara dua pihak hingga berujung ke Polisi.

Sementara itu Wartawan yang tergabung dalam Jurnalis Aceh Barat (JAB) menyebutkan, secara pribadi permohonan maaf itu telah diterima. namun secara organisasi dan profesi kasus pengusiran wartawan di Rumah Sakit oleh oknum Satpam masih lanjut di kepolisian, karena peristwa tersebut telah dilaporkan ke Polisi, jadi biarlah Polisi melakukan penyidikan sesuai ketentuan hukum yang berlaku, ujar wartawan TVRI Azhar Sigege.[]

 

Beri Komentar
Loading...

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. TerimaSelengkapnya