Harian Aceh Indonesia
HARIANACEH.co.id

“Gudang pendingin” di Sabang belum difungsikan

Sabang () – Gudang pendingin ikan atau “cold storage” berkapasitas 100 ton yang dibangun Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Pantai Jaya, Gampong (desa) Ie Meulee, Kota Sabang, Provinsi Aceh belum kunjung difungsikan.

“Pembangunannya (Cold Storage) sudah siap sejak awal 2018, tapi sampai sekarang belum difungsikan,” kata Panglima Laot (Lembaga Adat Laut) Wilayah Lhok Ie Meulee, Sabang, Saiful Bahri di lokasi, Sabtu.

Gudang beku terintegrasi, Sabang, Provinsi Aceh yang dibangun oleh KKP dengan dana APBA tahun anggaran 2016 senilai Rp3 miliar lebih itu hingga kini terlihat belum aktif.

“Awal 2018 telah diuji coba, tapi hingga sekarang pabrik pendingin ikan berkapasitas 100 ton ini belum juga aktif,” kata Panglima Laot Wilayah Lhok Ie Meulee, Sabang yang biasa dipanggil Yah Ngoh.

Pemerintah Pusat melalui KKP membangun tempat penyimpanan ikan itu bertujuan untuk menyejahterakan masyarakat nelayan kepulauan terluar paling ujung barat Indonesia.

Masyarakat nelayan pun berharap pemerintah segera mengoperasikan Gudang Beku Ikan Terintegrasi, Sabang, Provinsi Aceh itu agar bisa menampung hasil tangkapan.

“Katanya gudang ini hanya menampung ikan tuna, kami berharap pengelola gudang beku ini nantinya menampung semua jenis ikan agar semua nelayan bisa merasakan manfaat,” harap Panglima Laot Wilayah Lhok Ie Meulee, Sabang.

Direktur Jendaral (Dirjen) Penguatan Daya Saing Produk Kelautan Perikanan, Nilanto Perbowo sebelumnya menyatakan, pemerintah pusat melalui KKP serius mengembangkan Indonesia menjadi poros maritim dunia.

“Sesuai Nawacita pemerintah kita serius mengembangkan poros maritim dunia yang diawali dari ujung barat Indonesia yaitu Pulau Weh dan pemerintah?terus mendorong pembangunan sarana prasaranan penampung ikan,” kata Dirjen ketika berkunjung ke Sabang. 

 

Sumber: Antara

Beri Komentar
Loading...

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. TerimaSelengkapnya