Harian Aceh Indonesia
HARIANACEH.co.id

Joko Widodo Bertolak ke Pusat Penanganan Krisis di Soeta

Jakarta () – Presiden Joko Widodo bertolak menuju Pusat Penanganan Krisis Kecelakaan Lion Air JT 610 di Bandara Soekarno-Hatta, Senin petang, begitu tiba di Lanud TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta usai kunjungan kerja di Bali.

Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin dalam keterangannya di Jakarta, Senin, menyebutkan setibanya di Lanud Halim Perdanakusuma, pukul 17.30 WIB, Presiden Joko Widodo langsung menerima laporan dari Menhub dan Kepala Basarnas.

Menhub Budi Karya Sumadi dan Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP)/Basarnas Muhammad Syaugi menyampaikan laporan mengenai pencarian dan pertolongan bagi korban kecelakaan pesawat itu.

Setelah itu, dengan didampingi oleh Menhub dan Kepala BNPP, Presiden Joko Widodo bergegas melanjutkan perjalanan menuju Pusat Penanganan Krisis di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dengan menggunakan mobil.

Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 yang membawa Presiden dan rombongan sedianya dapat langsung melakukan pendaratan di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

Namun, dengan mempertimbangkan trafik penerbangan komersial dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta yang kemungkinan besar akan terganggu dengan pendaratan tersebut, Presiden Joko Widodo memutuskan untuk mendarat di Halim Perdanakusuma.

“Bapak Presiden ketika di Bali ditawarkan untuk mendarat langsung di Cengkareng (Bandara Soekarno-Hatta). Namun, beliau lebih memilih mendarat di Halim karena tidak mau mengganggu penerbangan di Cengkareng,” ucap Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

Di Bandara Soekarno-Hatta, Presiden akan melakukan peninjauan penanganan secara lebih detail.

Selain itu, yang paling utama, Presiden akan menemui keluarga korban yang telah berdatangan di Bandara Soekarno-Hatta

Sumber: Antara

Beri Komentar
Loading...

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. TerimaSelengkapnya