Harian Aceh Indonesia
HARIANACEH.co.id

Pengurus KONI Singkil Dinilai Gagal Majukan Prestasi Atlet Daerah

SINGKIL – Para Mahasiswa Aceh Singkil yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Pemuda Aceh Singkil(Himapas) menilai Organisasi Komite Olahraga Nasional Indonesia(KONI) di daerah itu, karena dinilai gagal memajukan prestasi olah raga.

Sekjen Himapas Zazang Nurdiansyah, Sabtu(1/12) di Singkil mengatakan, setiap tahun Pemkab Aceh Singkil menggelontorkan Dana Hibah mencapai miliaran, tidaklah sedikit untuk Induk organisasi Olah Raga yakni KONI, namun prestasi olah raga makin merosot.

“Tahun 2017 saja KONI mendapat Hibah Sebesar Rp 1,4 Miliar, yang biasanya mendapat dana Hibah Rp 400 juta per tahun karena mengikuti Pra Pekan Olah Raga Aceh(Pora), maka dalam perubahan di kucurkan kembali dana sebesar Rp 1 Miliar, dimana timbal baliknya,”tegas Zazang.

Di tahun anggaran 2018, kata Zazang, Pemda kembali menggelontorkan Dana Hibah sebesar 1,2 Milyar itu masih dana yang tertera dalam DPA belum lagi di perubahan ini hanya untuk mengikuti PORA ke Xlll yang di laksanakan di Aceh Besar kota Jantho,(30/11).

Dengan besaran nilai dana tersebut, dianggap tidak sesuai dengan prestasi yang di bawa kembali ke Aceh Singkil dari PORA tersebut.

Aceh Singkil hanya bisa mendapat predikat 17 besar dari 23 kabupaten se-Aceh dalam PORA tersebut, dengan perolehan medali 4 emas, 2 perak dan 14 perunggu.

Sehingga dalam hal ini Zazang Nurdiansyah meminta Bupati Aceh Singkil membekukan KONI Aceh Singkil, karena PORA Yang diselenggarakan Di Jantho, kabupaten aceh besar, Kontingen Atlet Aceh singkil dapat peringkat 17 dari 23 kabupaten/Kota.”Ini jelas sangat memalukan, sadar dirilah pada pengurusnya,”kata Zazang.

Zazang menilai tidak masuknya Aceh Singkil 10 besar di kegiatan PORA ini di sebabkan salah satu nya karena tidak layak seorang ex PNS menjadi ketua KONI yang notabene tidak paham dengan dunia olahraga hingga berdampak kepada penampilan Atlit yang kurang memuaskan.

Alangkah Baiknya Pengurus KONI Singkil dibekukan, kami minta kepada Sekda Aceh Singkil yang sebelumnya menjadi Ketua Harian KONI dan menyerahkan kan kepada Saudara FY agar di bekukan, agar tak berdampak buruk ke Pemkab.

Menurutnya seorang pengurus KONI, pelatih dan manajer memiliki pengalaman selama 2 tahun minimal di 1 cabang olahraga, namun prestasi itu, tidak di miliki oleh ketua KONI saat ini.

“Yang sangat di sayangkan kalau bisa Ketua Umum dan harian KONI jangan rangkap jabatan alias gado-gadolah. Bagaimana bisa melahirkan atlit yang bagus sementara pengurus KONI nya saja amburadul tak menjurus,” kata Zazang.

Yang lebih ironisnya lagi atlit- atlit dari aceh singkil harus bermain di luar daerah dan mampu mengharumkan daerah lain, Bahkan yang menjadi andalan aceh singkil di cabang dayung harus pasrah tanpa meraih mendali apapun. Padahal, atlit dayung dari aceh singkil adalah atlit nasional dan sudah beberapa kali mengantongi mendali emas.

Artinya, dalam hal ini agar berdampak baik kepada pemerintahan setempat, kepada Pemkab supaya sesegera mungkin membekukan KONI aceh singkil, dan di lakukan perekrutan kembali.

Apabila kepengurusan KONI sudah di ganti dengan orang yang betul – betul ikhlas dan tidak jabatan gado-gado, Insyaallah mimpi kita dunia olahraga aceh singkil akan maju, terlebih di bidang Dayung, Renang, karate dan Sepak Bola,” ungkapnya.

Sementara itu LSM LP Tipikor Nusantara Rizal Manik mengatakan Dana Hibah KONI perlu di pertanyakan. Menurutnya, porsi dana sebesar itu tidak mungkin atlet kita tak mampu bersaing dengan daerah lain.

“Berarti benat adanya pengurus KONI Aceh Singkil selain rangkap jabatan juga dinilai syarat kepentingan sehingga peluang para olah ragawan acap kali tersingkirkan ketika mengikuti pertandingan ditingkat kabupaten maupun provinsi,”ungkapnya

Rizal menuturkan, suksesnya olah raga adalah dukungan dari seluruh elemen masyarakat dan diseriusi oleh ahli olah raga itu sendiri, sehingga tidak ada ketimpangan – ketimpangan Nepotisme.

Beri Komentar
Loading...

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. TerimaSelengkapnya