Harian Aceh Indonesia
HARIANACEH.co.id

RSUDZA Bantah Terlantarkan Pasien, Direktur: Orang Kita Sombong

Banda Aceh – Pihak Rumah Sakit Umum Daerah Zainal Abidin (RSUDZA), Banda Aceh membantah keras telah menelantarkan pasien sebagaimana sorotan LSM Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (Yara) yang mendesak Plt Gubernur Nova Iriansyah untuk mencopot Direktur rumah sakit tersebut.

Baca sebelumnyaYARA Desak Plt Gubernur Aceh Copot Direktur RSUDZA

“Pasien datang ke IGDZA Senin (10/12) sekitar pukul 13.30 Wib lewat pintu belakang IGD. Pasien itu diantar oleh keluarganya dengan cara didorong menggunakan kursi roda,” kata Direktur RSUZA  Dr. dr. Azharuddin, Sp.OT, K-Spine, FICS saat dikomfirmasi wartawan HARIANACEH.co.id.

Kemudian lanjut dia, pasien langsung diarahkan kedepan meja dokter umum. Pada saat yang bersamaan dari pintu depan IGD datang pasien rujukan dari RS Kesdam dengan penurunan kesadaran dan diruang resusitasi pasien yang dirawat mengalami pemburukan.

Setelah dr. Mira, (dokter jaga IGD), melayani pasien penurunan kesadaran yang dirujuk dari Rumah Sakit Kesdam, lalu dr. Mira datang ke pasien bernama Samsul yang masuk lewat pintu belakang tersebut untuk menanyakan keluhannya.

“Keluarganya menjawab, bahwa Samsul itu adalah keluarga pasien yang sudah 3 hari merawat pasien istrinya di RS tiba-tiba demam. Setelah dilakukan penilaian cepat oleh pihak rumah sakit dan diputuskan bahwa pasien ini perioritas ke tiga (hijau),” jelasnya

Kemudian, dr Mira menjelaskan bahwa ada pasien yang gawat darurat (P1). Jadi dr mira harus menangani pasien P1 terlebih dahulu dan meminta pasien untuk bersabar sebentar. Setelah itu tiba tiba pasien itu menaikan kaki ketas meja dokter umum dan menendang tensi monitor yang ada dihadapanya dan dengan sengaja menjatuhkan diri dari kursi roda, “kata Direktur menjelaskan.

FOTO/YARA
Pasien yang diduga melakukan tindakan tidak sopan dengan mengangkatkan kedua kakinya ke atas meja karena merasa tidak dilayani oleh pihak medis RSUDZA. FOTO/Fakhrurrazi

“Orang kita ini sombong, ngak tahu aturannya. Kalau berobat di IGD harus lewat pintu depan ada dokter jaga disitu. Tapi ini masuknya lewat pintu belakang memaksakan kehendak lagi. Sementara ada pasien lain yang lebih parah,” ungkapnya

Azharuddin mengumpamakan seorang tamu datang dan menaikan kaki keatas meja itu perilaku sopan, apa gak ?.  Kemudian tiba-tiba dia tengkurap disuruh foto sebarkan ke media, itu orang singet (gila) gak?. Ada gak jatuh disitu gak diperdulikan? Itu orang singet gak tu?. cetusnya

“Tidak apa-apa kalau perlu nanti kita panggil semua keluarga pasien lain kita testimoni dengan jam yang sama pada saat kejadian itu, biar orang menilai sendiri singet gak orang itu,” demikian bantahan Direktur RSUDZA.[]

Beri Komentar
Loading...

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. TerimaSelengkapnya