Harian Aceh Indonesia
HARIANACEH.co.id

Ahli Lingkungan: Banjir Aceh Tenggara Sama Kejadian di Tangse

Banda Aceh – Koordinator Divisi Riset dan Pengembangan Pusat Studi Perubahan Iklim Universitas Syiah Kuala (ACCI), Monalisa mengatakan, banjir bandang yang melanda kabupaten Aceh Tenggara sama dengan peristiwa banjir di Tanggse beberapa waktu silam.

“Kasus banjir bandang Aceh Tenggara itu sama dengan banjir di Tangse berapa waktu silam. Polanya sama untuk kawasan pegunungan dan lereng pegunungan,” kata Monalisa saat di wawancarai di Banda Aceh, Minggu (16/12/2018).

Monalisa menyampaikan pernyataan tersebut menangapi pemberitaan HARIANACEH.co.id terkait peristiwa banjir di Kabupaten Aceh Tenggara diduga akibat maraknya illegal loging sebagamana surat penghulu (kades) tujuh Kute (desa).

Baca Sebelumnya: Banjir Aceh Tenggara Diduga Akibat Maraknya Illegal Loging

“Kalau illegal loging hampir semua terjdi dikawasan hutan. Bukan saja di Indonesia, tapi juga diluar negeri sana. Jadi, untuk masyarakat kita yang bermukim di kawasan hutan otomatis kayu bagian sumber ekonomi mereka,” kata Mona.

Kandidat Doktor Ilmu Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Universitas Sumatera Utara (USU) tersebut menjelaskan, untuk mengantisipasi illegal loging dikawasan pegunungan, Pemerintah harus menjalankan tiga aspek.

“Yang harus dicermati aspek ekonomi, aspek sosial dan aspek ekologi. Untuk sosial perlu diberikan penyadaran warga melalui penyuluhan. Kemudian Qanun Gampong tentang larangan penebangan pohon di hutan,” ujarnya.

Kemudian, lanjutnya, untuk aspek ekonomi, Pemerintah harus mencarikan alternatif lain untuk ekonomi warga sehingga aktivitas ilegal loging bisa berkurang. Apalagi saat ini banyak ekonomi non kayu yang dapat diperkenalkan kepada masyarakat yang berdomisili di kawasan pegunungan.

“Vegetasi-vegetasi atau tumbuhan yang sesuai dengan kondisi kawasan lereng atau pegunungan harus tetap ada di situ. Karena jika ada perubahan habitat, kontur dan struktur tanah akan berubah sehingga saat curah hujan tinggi maka akan terjadi banjir dan lonsor,” jelasnya.[]

Beri Komentar
Loading...

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. TerimaSelengkapnya