Harian Aceh Indonesia
HARIANACEH.co.id

“Saweu Masjid”, Ini Isi Khotbah Brigadir Musyawir…

Lhoksukon – Anggota Polres Aceh Utara, Brigadir Musyawir menyebutkan, manusia merupakan makhluk sempurna yang diciptakan Allah. Selain diberi akal manusia juga diberi nafsu, namun jika salah dipergunakan maka akan dapat merusakan mereka.

Pernyataan itu disampaikan Brigadir Musyawir dalam khotbahnya saat menjadi khatib salat Jumat di Masjid Darul Huda, Simpang Dama, Kecamatan Tanah Pasir, Aceh Utara, dalam program “saweu masjid”, Jumat (21/12).

Dalam kesempatan itu disebutkan, dalam diri manusia terdapat dua unsur yaitu jasmaniah dan rohaniah, lalu Allah tinggikan derajatnya dengan dilengkapi akal dan nafsu. Dengan akal dan nafsu ini akan membawa manusia kepada dimensi ‘ilahiyah’.

“Namun dengan akal dan nafsu itu pula akan membawa manusia kepada dimensi ‘hewaniyah’ dan ‘syaitaniyah’. Hal itu terjadi ketika manusia keluar dari sistem atau aturan Allah SWT,” jelas Brigadi Musyawir.

Brigadir Musyawir mencotohkan bagaimana dengan akal dan nafsu dapat membawa manusia kepada dimensi ‘hewaniyah’ dan ‘syaitaniyah’, di ataranya manusia punya hati tetapi tidak dipergunakan untuk memahami ayat-ayat Allah. Punya mata, tetapi tidak untuk melihat tanda kebesaran Allah.

“Kemudian manusia punya telinga, tetapi tidak dipergunakan untuk mendengarkan ayat Allah. Dalam kondisi seperti itulah manusia dikembalikan ke tempat yang serendah-rendahnya,” sebut Brigadir Musyawir.

Dikatakan, ketika hati manusia tidak lagi bersifat ‘ilahiyah’ maka akan berubah menjadi hati yang bersifat ‘hewaniyah’ dan ‘syaitaniyah’. Yang halal mereka haramkan dan sebaliknya. Harta orang lain dianggap bagaikan milik sendiri, narkoba merajalela, judi semakin menjadi jadi, maksiat dan kemungkaran begitu mudah dilakukan.

“Dalam diri manusia ada segumpal daging, jika ia baik maka baiklah seluruhnya, jika ia buruk maka buruklah seluruhnya, yaitu hati,” sebut Brigadir Musyawir, mengutip salah satu hadis.

Disebutkan, hati yang buruk lebih keras dari batu dan hati seperti itu akan sulit menerima iman dan syariat, namun hati yang baik akan sangat mudah menerima iman dan syariat.

“Ibadah tanpa ilmu itu sia-sia, ilmu tanpa ibadah itu hampa. Dalam salah satu hadis Rasullah SAW (Nabi Muhammad) bersabda, ilmu adalah pemimpin bagi amal dan amal adalah makmumnya (di belakang ilmu),” demikian Brigadir Musyawir.

Hadir dalam program “saweu masjid” kali ini di antaranya, Kapolres Aceh Utara AKBP Ian Rizkian Milyardin, dan sejumlah perwira lainnya.

Untuk diketahui, Brigadir Musyawir menjadi khatib di Masjid Darul Huda, merupakan bagian dari kegiatan rutin Polres Aceh Utara, yang diberi nama program “saweu masjid”, digelar setiap hari Jumat secara bergilir ke sejumlah masjid lainnya di daerah itu.[]

Beri Komentar
Loading...

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. TerimaSelengkapnya