Harian Aceh Indonesia
HARIANACEH.co.id

Benahi Lapangan Bola, Bupati Azwir Ikut Gotong Royong Bersama Warga Padang Simantok Meukek

Tapaktuan – Bupati Aceh Selatan, H. Azwir bersama ratusan masyarakat kembali menggelar gotong royong di Lapangan Sepak Bola Padang Simantok Meukek, Selasa (25/12/2018) pagi, untuk membenahi kembali kondisi lapangan yang sudah beberapa tahun diterlantarkan.

Pembenahan kembali satu-satunya lapangan bola kaki terbesar yang menjadi kebanggaan masyarakat Meukek tersebut merupakan salah satu janji yang pernah diucapkan H. Azwir.

Komitmen itu diucapkan H. Azwir saat menggelar gotong royong bersama ratusan pendukungnya sebelum berlangsungnya Pilkada Bupati dan Wabup Aceh Selatan tahun 2018 lalu.

“Kita serius membenahi kembali lapangan kebanggaan masyarakat ini. Lapangan ini kita bersihkan dulu dengan cara memotong rumput yang sudah panjang hingga menutup lapangan,” kata H. Azwir kepada wartawan disela-sela berlangsungnya gotong royong bersama masyarakat.

Untuk langkah penanganan selanjutnya, ujar bupati, akan dilakukan kajian lebih mendalam baik secara teknis maupun pengalokasian anggaran.

“Lapangan ini akan kita fungsikan kembali, terutama untuk pembinaan dan latihan anak-anak pemain bola berusia muda,” ujar H. Azwir.

Harus Rehabilitasi Berat

Sementara itu, anggota DPRA dapil IX dari Fraksi Nasdem, Drs. Yunardi Natsir yang turut mendampingi Bupati H. Azwir menggelar gotong royong bersama masyarakat, menyatakan bahwa melihat begitu parahnya terjadi kerusakan pasca direalisasikan proyek oleh Pemkab Aceh Selatan, maka  lapangan bola kaki tersebut harus dilakukan rehabilitasi berat kembali.

“Satu-satunya solusi untuk mengembalikan kondisi lapangan bola kaki Padang Simantok ini seperti semula, harus direhabilitasi berat,” kata politikus Nasdem yang juga putra Meukek ini.

Soalnya, program pembangunan lapangan Padang Simantok yang dilaksanakan Pemkab setempat sumber Otsus tahun 2015 sebesar Rp 460 juta lebih, bukan menambah bagus kondisi lapangan melainkan justru tambah rusak.

“Diperkirakan ada kajian teknis yang keliru diterapkan, seperti timbunan menggunakan batu kerikil bercampur tanah liat, sehingga membuat kondisi lapangan dipenuhi batu-batuan serta rumput sulit tumbuh,” ungkapnya.

Untuk membenahi kembali lapangan dimaksud, lanjut Yunardi Natsir, permukaan tanah lapangan setebal 5 – 10 Cm harus dibongkar lalu ditimbun kembali dengan material timbunan yang mendukung atau mempercepat tumbuh rumput.

“Demi untuk kemajuan sepak bola di Kecamatan Meukek sesuai program yang telah dirancang pak bupati, maka saya siap memperjuangkan kebutuhan anggaran untuk rehabilitasi berat lapangan ini,” pungkasnya.

Beri Komentar
Loading...

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. TerimaSelengkapnya