Harian Aceh Indonesia
HARIANACEH.co.id

Tinggal di Gubuk Reyot, Ibu Penderita Lumpuh di Aceh Utara Ini Butuh Bantuan

Lhoksukon- Nurhayati, warga miskin di Gampong Alue Rimei, Kecamatan Pirak Timu, Aceh Utara, butuh perhatian pemerintah. Selain tinggal di gubuk reyot tak layak huni, ibu enam anak itu juga menderita lumpuh sejak sekitar setahun terakhir.

Di gubuk reyot yang menjadi tempat tinggalnya, Nurhayati berharap adanya kesembuhan secara keajaiban, karena sang suami Mujammil tidak memiliki uang yang cukup untuk mengobatinya secara medis.

Kisah tragis ini diketahui, ketika pihak Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (DPC Apdesi) Aceh Utara yang diketuai Abubakar, menyambangi kelarga itu Selasa (25/12), pagi.

“Nurhayati sudah sekitar satu tahun terakhir menderita lumpuh. Dia tidak dibawa ke rumah sakit, karena menurut suaminya tidak memiliki uang yang cukup untuk mebiayai pengobatan,” kata Abubakar, seperti disampaikan Mujammil.

Suami Nurhayati memang tidak memiliki pekerjaan tetap. Mujammil bekerja serabutan dengan upah hanya cukup untuk kebutuhan hidup mereka sehari-hari.

Dengan pendapatan yang tidak menentu itupula, Mujammil harus mencukupi kebutuhan hidup Nurhayati dan empat orang anaknya, termasuk seorang cucu yang tinggal bersama mereka. Sementara dua orang anaknya yang lain tidak lagi tinggal di gubuk itu.

Menurut Abubakar, keluarga tersebut tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) di gampong setempat, karena mereka baru sekitar empat tahun terakhir kembali menetap di gampong itu.

Dijelaskan, pada tahun 1998 mereka pindah ke Kuala Simpang, Aceh Tamiang saat konflik Aceh berkecamuk. Namun mereka kembali ke kampung halamannya yakni di Alue Rimei pada tahun 2014.

“Seharusnya beliau menjadi prioritas lewat dana desa, seperti untuk membangun rumah layak huni. Namun karna administrasinya belum lengkap, membuat pihak gampong tidak bisa berbuat banyak,” katanya.

Karena belum mengurus surat pindah, sambung Abubakar, membuat keluarga Nurhayati sulit mendapatkan bantuan dalam bentuk formal.

Meski demikian, Apdesi Aceh Utara berharap agar adanya perhatian serius dari pemerintah di tingkat kabupaten maupun provinsi, dengan alasan kemanusiaan.

Untuk diketahui, Apdesi Aceh Utara bersama pengurus Kecamatan Pirak Timu berkunjung ke rumah Nurhayati dalam rangka membawa alakadar bantuan sembako.[]

Beri Komentar
Loading...

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. TerimaSelengkapnya