Harian Aceh Indonesia
HARIANACEH.co.id

Disdukcapil Aceh Selatan Akan Blokir Data Kependudukan

Tapaktuan. Batas terakhir masyarakat Aceh Selatan merekam KTP-el sampai akhir Desember 2018. Jika lewat dari batas waktu yang telah ditetapkan, maka Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Aceh Selatan akan melakukan pemblokiran data kependudukan bagi masyarakat yang belum merekam KTP-el.

“Pemblokiran data kependudukan ini dilakukan menindaklanjuti keputusan Rakornas II di Semarang tanggal 13 September 2018 lalu,” kata Kepala Disdukcapil Aceh Selatan H. Lahmuddin S. Sos kepada wartawan di Tapaktuan, Kamis (27/12/2018).

Penegasan itu disampaikan disela – sela berlangsungnya perekaman KTP-el bagi masyarakat Aceh Selatan yang belum melakukan perekaman data kependudukan di taman alun – alun depan kantor bupati, Jalan T. Ben Mahmud, Kota Tapaktuan.

Menurutnya, sanksi tegas itu diambil, terutama ditujukan kepada sisa penduduk dewasa umur diatas 23 tahun atau non pemilih pemula yang sampai saat ini belum melakukan perekaman KTP-el.

“Apabila sampai dengan tanggal 31 Desember 2018 belum merekam, datanya akan di non-aktifkan,” tegasnya.

Dikatakan bahwa, data yang bersangkutan baru akan diaktifkan kembali apabila yang bersangkutan datang melakukan perekaman KTP-el di kantor kecamatan masing – masing.

“Bagi masyarakat yang betul – betul tidak mampu melakukan perekaman di kecamatan karena sakit keras, uzur, cacat fisik dan cacat mental harap di informasikan ke Disdukcapil dengan turut serta membawa data Kartu Keluarga Nasional,” pintanya.

Sementara itu, Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk pada Disdukcapil Aceh Selatan, Drs. Iwan Masdi menambahkan, perekaman KTP-el bagi masyarakat yang belum merekam sudah dilakukan di 18 kecamatan.

“Kita sudah melakukan sistem jemput bola perekaman KTP-el di masing – masing kecamatan, dari Labuhanhaji Barat hingga Trumon Timur,” pungkasnya.

Beri Komentar
Loading...

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. TerimaSelengkapnya