Harian Aceh Indonesia
HARIANACEH.co.id

Swafoto Latar Belakang Bencana, Arbain Rambey: Tidak Pantas

Media asing sempat meliput kebiasaan selfie warga Indonesia di lokasi bencana

HARIANACEH.co.id, JAKARTA — Swafoto (selfie) menjadi hal umum yang makin sering dilakukan masyarakat. Fenomena swafoto ini juga berkaitan erat dengan latar belakang foto.

Namun swafoto menjadi menjadi perbincangan menggelitik jika diambil dengan latar belakang bencana. Musibah tsunami di Banten, beberapa waktu lalu menyisakan sesuatu yang mengganggu dari aktivitas swafoto ini.

Media Inggris, The Guardian bahkan membuat suatu liputan yang mengusik tentang bagaimana orang Indonesia berselfie dengan latar belakang musibah. Mereka berselfie, di antaranya dengan menunjukkan jari V victory. 

Menurut Fotografer senior Indonesia, Arbain Rambey, soal selfie di depan bencana itu boleh dibilang bukan wilayah salah dan benar dari sisi fotografi, namun soal pantas atau tidak. Beda halnya dengan jepretan fotografer profesional yang memotret sebuah realita.

“Selfie sudah umum, dari dulu. Cuma tempatnya di mana, seperti waktu tsunami Aceh (2004) banyak orang foto di depan mayat-mayat. Menurut saya itu hak dia, tapi tidak pantas, ngaak usah,” kata Arbain kepada Republika, Rabu (2/1).

Dia melanjutkan, jika disangkutkan dengan tanggung jawab, bergantung usia. Jika itu seorang anak kecil perlu ditegur, tapi seorang dewasa seyogianya sudah tahu. Soal menjadi pemberitaan media luar negeri, itu konsekuensi dan risiko yang mesti diterima.

“Kalau tidak pantas ya diberitakan, seperti buang sampah sembarangan dipotret, itu risiko dia,” ujarnya. 

Kemudian soal swafoto dengan latar belakang ibadah suatu agama juga bisa dikatakan salah atau tidak nya bergantung umat agama itu merasa tidak terganggu atau sebaliknya jika ada yang berswafoto dengan latar belakang benda atau kegiatan agama yang dilakukan.

Sumber: Republika

Beri Komentar
Loading...

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. TerimaSelengkapnya