Harian Aceh Indonesia
HARIANACEH.co.id

Masjid di Belize Promosikan Islam Agama Damai

umat Islam membuka masjidnya pada siapa saja yang ingin bertanya tentang Islam.

HARIANACEH.co.id, JAKARTA — Pada era 1920-30-an, para saudagar Arab mulai bermigrasi ke Belize yang saat itu masih bernama Honduras Britania. Selain berdagang, mereka juga bermukim di wilayah itu. Perlahan namun pasti, para pedagang Arab yang beragama Islam itu mulai menikah dengan gadis-gadis  pribumi.

Abdulmajeed Nunez dalam bukunya History of the Muslims in Belize mengungkapkan, Ketika memiliki anak, para saudagar asal Arab itu harus merelakan anak-anaknya bersekolah di lembaga pendidikan Kristen.

Terlebih, saat itu pihak Gereja—sebagai agama mayoritas—hanya mengizinkan para wanita Belize menikah dengan orang Islam, selama tak dipaksa menjalankan keislaman dan anak-anak mereka harus mendapat pendidikan Kristen.

Hingga kini, banyak anak yang namanya Musa, Hamid, Omar, Assad, Yasmin, tapi tak beragama Islam, papar Nunez. Berawal dari kondisi itulah, umat Islam di Belize mulai tergerak untuk mendirikan sekolah untuk komunitas Muslim.

Sekolah Muslim pertama kali didirikan di Kampung More-Tomorrow pada 1966. Awalnya, merupakan sekolah swasta. Lalu, komunitas Muslim mengajukan bantuan ke pemerintah. Sejak 1968, sekolah itu menjadi sekolah bantuan pemerintah.

Berita Terkait

Menurut Nunez, sekolah Muslim lainnya didirikan di Belize City pada 1976 berlokasi di jalan Kraaldan dan pindah ke Jalan Racecourse. Kepala sekolah pertamanya adalah Sakina Muhammad. Bangunan sekolah itu mulai ditingkatkan karena tak hanya berfungsi sebagai tempat mendidik anak-anak, tetapi juga tempat pertemuan Muslim di Belize.

Di sekitar sekolah juga dibangun masjid untuk shalat Jumat. Kini, sekolah itu dikenal dengan nama Muslim Commmunity Rimary School. Kehadiran sekolah itu tentu saja sangat berperan penting dalam mendidik anak-anak Muslim di Belize. Dalam pengelolaannya, sekolah komunitas Muslim itu bekerja sama dengan pemerintah.

Gaji guru dan persetujuan atas kurikulum disediakan dan ditetapkan pemerintah. Komunitas Muslim bertanggung jawab untuk menyusun dan menyediakan kurikulum keislaman.

Imam Kaleem El-Amin, pimpinan Islamic Mission of Belize mengungkapkan, komunitas Muslim di negara itu hanya sekitar 4.000 orang, tersebar dari Free Zone ke Barranco, dan dari San Pedro ke Benque Viejo. Meski sebagai minoritas, umat Muslim bisa menjalankan kewajiban ibadahnya secara bebas.

“Di Belize, kami tidak memiliki terlalu banyak kesalahpahaman. Saat ini, di dunia internasional ada kesalahpahaman yang menuding Islam sebagai agama teroris. Tetapi, pada dasarnya, itu hanya kurang pemahaman, tuturnya. Di Belize, umat Islam membuka masjidnya pada siapa saja yang ingin bertanya dan belajar tentang Islam.

Sumber: Republika

Beri Komentar
Loading...

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. TerimaSelengkapnya