Harian Aceh Indonesia
HARIANACEH.co.id

LSM: Pengadaan Ayam KUB di Abdya Terancam Tersandung Kasus Hukum

Blangpidie- Juru bicara LSM Koalisi Rakyat Bersatu (KRB), Wahyu Candra mengemukakan, pengadaan Ayam Kampung Unggul Balitbang ( Ayam KUB) untuk 96 Gampong di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) dengan mengunakan dana desa tahun 2018 terancam tersandung kasus hukum.

Pasalnya, hingga memasuki tahun baru 2019, masih banyak Gampong di Sembilan Kecamatan belum menerima bibit ayam KUB tersebut. Padahal anggaran pembelian bibit yang bersumber dari dana desa sudah lama disetor ke penyedia.

“Contohnya di Gampong Geulanggang Gajah, Kecamatan Kuala Batee, hingga kini bibit ayam KUB yang mereka pesan tidak kunjung tiba, padahal anggaran pembeliannya sudah lama disetor ke penyedia,” kata juru bicara KRB Wahyu Candra kepada HARIANACEH.CO.ID, Senin (07/01/2019).

Wahyu mengatakan, berdasarkan informasi dari ketua bidang investigasi dan advokasi KRB Said Fadli, tahun lalu Gampong Geulanggang Gajah menganggarkan dana desa sebesar Rp. 160 juta untuk pengadaan bibit ayam KUB, pengadaan pakan dan pembuatan 18 unit kandang.

“Kandangnya sudah lama dibagikan kepada 18 orang ibu janda. Sementara bibit ayamnya belum tersedia. Padahal anggaran untuk pengadaan bibit ayam sudah lama di setor oleh perangkat Gampong itu ke pihak penyedia,” katanya

Menurut keterangan, lanjut Wahyu aparatur Desa Geulanggang Gajah, menyetor anggaran pengadaan bibit ayam KUB tersebut kepada salah seorang warga Kecamatan Tangan-Tangan saat penarikan dana desa tahap II tahun 2018 lalu.

“Sekarang sudah 2019 pihak kedua itu belum juga memasukkan bibit ayam KUB ke desa tersebut. Saat ditanya perangkat desa, penyedia beralasan stok ayam habis karena ayam KUB juga menjadi program Presiden. Itu alasan penyedia sebagaimana dikatakan perangkat desa,” kata Wahyu

Wahyu berharap, pihak penyedia dalam waktu dekat agar segera memasok bibit ayam KUB tersebut, terutama ke Gampong-Gampong yang anggarannya telah lama diambil, supaya program perberdayaan bisa berjalan di Abdya.

“Tujuan kita adalah mengingatkan pihak penyedia supaya dalam waktu dekat ini bisa menyelesaikan semua kewajibannya. Jika tidak, maka pihak kedua ini harus mempertanggungjawabkan dana itu dihadapan hukum,” katanya

Wahyu juga menyarankan mulai sekarang sebaiknya aparatur Gampong yang telah menyetor dana namun belum memperoleh bibit ayam agar melakukan koordinasi dengan pihak Kejaksaan, sehingga proses pembuatan pertangungjawaban dana desa kedepan terhindar dari jeratan hukum.

“Sebab anggaran program ini cukup besar. Bila kita kalikan rata-rata Gampong menganggarkan Rp. 100 juta, maka total dana desa yang terserap untuk program ternak ayam KUB ini mencapai Rp. 9,6 milyar dari 96 Gampong,”kata Wahyu.

Wahyu juga berharap kepada aparat penegak hukum agar ikut memantau dana desa yang dipergunakan untuk pengadaan bibit ayam KUB ini. Sehingga cita-cita Pemerintah pusat untuk mensejahterakan masyarakat terwujud di kabupaten Abdya.

Beri Komentar
Loading...

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. TerimaSelengkapnya