Harian Aceh Indonesia
HARIANACEH.co.id

Rekomendasi Dinas Dapatkan BBM,  Untuk Mencegah Penyalahgunaan Minyak Subsidi Nelayan

Tapaktuan – Plt. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh Selatan, Teuku Masrul menyangkal keras tudingan yang menyebutkan pihaknya sengaja mempersulit para nelayan didaerah itu memperoleh bahan bakar minyak (BBM).

Para nelayan yang ingin mendapatkan BBM harus lebih dulu mengantongi rekomendasi BBM bersubsidi dari dinas, menurutnya resmi bertujuan untuk mencegah makin maraknya penyalahgunaan minyak subsidi oleh oknum tertentu sehingga mengakibatkan ketersediaan BBM di pasaran sering langka.

“Aturan ini telah lama diberlakukan menindaklanjuti Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 1 tahun 2015 dan Nomor 13 tahun 2017. Kapal atau boat yang direkomendasikan mendapatkan BBM bersubsidi adalah dibawah 30 GT sedangkan diatas 30 GT direkomendasikan BBM non-subsidi,” kata Teuku Masrul saat dimintai konfirmasi via sambungan telephone, Selasa (8/1/2019).

Ia menjelaskan, kapal atau boat yang direkomendasikan mendapatkan BBM subsidi atau non-subsidi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) adalah khusus terhadap kapal atau boat yang telah mengantongi document surat lengkap sesuai aturan yang telah ditetapkan.

Beberapa surat yang harus dilengkapi tersebut adalah surat izin nelayan, surat berlayar, surat usaha dan surat kepemilikan kapal.

“Yang menjadi persoalannya sekarang ini adalah masih cukup banyak kapal atau boat nelayan di Aceh Selatan yang belum mengantongi surat-surat lengkap,” ungkapnya.

Menindaklanjuti hal itu, lanjut T Masrul, pihaknya telah beberapa kali menggelar pertemuan dengan panglima Laot dan nelayan di wilayah masing-masing. Untuk menghimbau agar para nelayan segera melengkapi surat-surat kapal.

Ia mengatakan, dengan telah adanya surat-surat lengkap, selanjutnya akan dilakukan pendataan jumlah kapal atau boat secara resmi di Aceh Selatan untuk selanjutnya akan dilaporkan ke Pertamina.

Dengan cara seperti ini, pihak Pertamina akan mengukur secara jelas kebutuhan BBM untuk nelayan di Aceh Selatan. Manfaat yang akan diterima oleh nelayan adalah, Pertamina akan menginstruksikan masing-masing pengelola SPBN yang ada didaerah itu agar menjamin pasokan kebutuhan BBM untuk para nelayan.

“Dengan cara seperti ini akan ada semacam jaminan ketersediaan BBM untuk nelayan. Jika pihak SPBN tidak mampu memenuhi kebutuhan minyak, maka akan diberi sanksi oleh Pertamina. Karena kapal atau boat nelayan seluruhnya sudah terdata secara resmi, jikapun BBM masih langka, berarti ada penyalahgunaan BBM subsidi,” pungkasnya.

Penjelasan itu disampaikan Plt. Kadis Kelautan dan Perikanan Aceh Selatan, T. Masrul menyikapi keluhan sejumlah kalangan nelayan didaerah itu yang mengaku sulit mendapatkan BBM sejak beberapa pekan terakhir karena harus mengantongi surat rekomendasi dari dinas terkait.

Panglima Laot Lhok Tapaktuan, Syafi`i Jamal mengungkapkan, sejak beberapa pekan terakhir para nelayan di wilayah itu tidak bisa lagi membeli minyak di SPBN karena tidak memiliki surat rekomendasi dari dinas kelautan dan perikanan.

“Sementara untuk mendapatkan surat rekomendasi harus dilampirkan surat-surat kapal atau boat yang lengkap. Ini jelas sangat menghambat nelayan mencari rezeki dilaut,” sesalnya.

Beri Komentar
Loading...

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. TerimaSelengkapnya