Harian Aceh Indonesia
HARIANACEH.co.id

Tanda-Tanda Alam Mengisyaratkan Kemenangan Prabowo-Sandi di Pilpres 2019

Jakarta – Laga El Classico akan kembali terjadi di 17 April 2019 mendatang. Ibarat pertemuan antara klub Real Madrid dan Barcelona. Keduanya akan berusaha semaksimal mungkin (all out) menyerang. Pasalnya, pertandingan di laga terakhir ini akan menentukan siapa yang merengkuh gelar juara Liga Spanyol musim 2019.

Tak ada istilah bertahan sambil menunggu babak adu penalti. Kedua tim akan mengerahkan skuad terbaiknya karena hanya dengan poin 3 angka gelar La Liga akan mereka rengkuh.

Keduanya memiliki poin sama 100 dengan jumlah kemasukan gol yang juga sama. Di putaran pertama Barcelona ditahan imbang 0-0 di Stadion Nou Camp oleh Real Madrid.

Hal ini memberikan keuntungan bagi Real Madrid yang akan menjalani laga di markasnya sendiri yakni Santiago Bernabeu.

Real Madrid tentu tak ingin menyiakan kesempatan terbaik ini lantaran sudah cukup lama mereka puasa gelar La Liga.

Kemenangan Prabowo-Sandi

Real Madrid diibaratkan Prabowo-Sandi sedangkan Jokowi-Amin adalah Barcelona.

Dapat dipastikan Pilpres kali ini tentu akan sangat berbeda dengan tahun 2014 lalu. Duet Prabowo – Hatta kurang menarik simpati pemilih, terutama kaum milenial. Karena keduanya tidak mewakili suara anak muda.

Kali ini Prabowo telah menggandeng mantan Wagub DKI, Sandiaga Uno yang begitu memukau kaum milenial. Jangankan milenial, emak-emak pun jatuh hati dengan sosok Sandiaga Salahudin Uno.

Meninggalkan zona aman sebagai pengusaha muda yang sangat sukses, Sandiaga terpanggil untuk memperbaiki nasib bangsa.

Pertanyaannya apalagi yang akan dia cari?, harta berlimpah tak habis tujuh turunan, istri yang sholehah dan berhijab serta anak-anak yang begitu cerdas.

Namun darah pejuang yang diturunkan kakeknya membuat dirinya harus meninggalkan zona aman menuju pertempuran sesungguhnya merebut kembali Indonesia Raya.

Euforia warga menyambut duet Prabowo-Sandi jauh sekali berbeda dengan masa Pilpres 2014 yang menampilkan duet Prabowo-Hatta.

Di seluruh wilayah Indonesia, kehadiran Sandiaga Uno ibarat kehadiran sosok perubahan. Puluhan ribu warga rela meninggalkan pekerjaan sementara waktu untuk menyambut langsung sosok muda yang sukses dan religius ini. Tanpa dibayar mereka berbondong-bondong hadir.

Hal itu dapat dilihat dari sukarelanya Warga menjadikan rumah mereka sebagai posko dan menyumbang dana kampanye untuk Prabowo-Sandi. Bahkan, siswa sekolah pun ada yang membongkar celengannya dan mengirimnya kepada pasangan Calon Presiden nomor urut dua (2) itu, Prabowo-Sandi.

Pemilu Presiden kali ini sangat mudah memprediksikan siapa yang akan menang menduduki kursi RI satu. Tentu, pemilih Prabowo pada tahun 2014 lalu, 95 persennya dapat dipastikan akan tetap mendukung Prabowo kembali. Jika diprediksikan hanya maksimal 5 persen saja yang pindah pilihan karena alasan partai politik.

Namun pemilih Jokowi kemungkinan besar akan hilang hingga 30 persen, lantaran kekecewaan terbesar rakyat Indonesia ini terhadap petahana. Sebut saja, setidaknya ada 30 persen akan pindah ke Prabowo-Sandi dengan alasan ingin adanya perubahan terhadap NKRI.

Keinginan rakyat adanya pemerintahan baru sangat masif dilihat. Rakyat Indonesia sudah membuktikannya di beberapa pilkada yang pernah dihelat, calon yang diusung PDIP pada bertumbangan.

Debat nanti juga menjadi momen yang sangat menguntungkan Prabowo-Sandi, karena Jokowi akan tersandera dengan janji-janji politiknya saat Pilpres dulu.

Di Pemilihan Kepala Daerah Jakarta adalah contoh bagaimana pertarungan antara Prabowo dan Jokowi. Begitu juga di Sumut, Prabowo vs Jokowi juga tersaji.

Djarot yang notabenenya dibackup oleh Jokowi harus mengakui kekalahan dalam duet Head to Head. Rakyat Sumatera Utara lebih memilih sosok Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah.

Pilkada serentak 2017 dan 2018 lalu merupakan salah satu pembelajaran peta politik Indonesia jelang pilpres 2019. Hal itu dapat dilihat dari runtuhnya dominasi PDI Perjuangan, partai pengusung utama Jokowi.

Kita berharap KPU RI bisa semaksimal mungkin bekerja keras menghadirkan Pemilu yang jujur dan bermartabat.

Semua pilihan ada di tangan rakyat Indonesia itu sendiri tentunya sebagai penonton yang juga sekaligus sebagai tuan di rumahnya sendiri. Ingin memilih pemimpin yang sama atau berharap adanya pemimpin baru yang sangat diharapkan membawa perubahan nasib bangsa.

Ingat! Jangan sampai golput. 17 April 2019 adalah momentum saatnya anda melakukan perubahan.[]

Beri Komentar
Loading...

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. TerimaSelengkapnya