Harian Aceh Indonesia
HARIANACEH.co.id

Mahasiswa UIN Ar-Raniry salurkan dana untuk korban tsunami Selat Sunda

Banda Aceh () – Sejumlah mahasiswa Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) UIN Ar-Raniry, menyalurkan dana untuk korban tsunami Selat Sunda.

Dana yang disalurkan merupakan hasil dari mahasiswa ini turun ke jalan untuk melakukan penggalangan dana.

Penggalangan dana dilakukan di sekitar Banda Aceh. Dengan sejumlah titik dijadikan sebagai tempat untuk menggalang dana di antaranya persimpangan jalan yang terdapat lampu merah.

“Kami melakukan penggalangan dana, sejak tiga hari terakhir, dengan tujuan untuk meringankan beban saudara kita yang terkena tsunami di Selat Sunda,” ujar Ketua Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP) KPI UIN Ar-Raniry, Muhammad Zikrullah.

Mereka melakukan penggalangan dana dengan mendatangi setiap pengendara yang berhenti di lampu merah sembari membawa satu kotak kosong per orang.

Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk rasa empati atas bencana alam tsunami yang menerjang pantai sekitar Selat Sunda, tepatnya di Kabupaten Pandeglang Banten, Serang, dan Lampung Selatan, karena sejumlah wilayah Aceh pernah mengalami hal serupa, yakni tsunami pada akhir 2004.

Ia mengaku, dana yang terkumpul sebesar Rp3.493.800 telah disalurkan melalui Rumah Zakat Aceh, pada Senin (7/1).

Mahasiswa dan mahasiswi KPI ini memahami betul kondisi yang sedang dirasakan masyarakat di sekitar Selat Sunda karena telah dialami penduduk di Aceh 14 tahun lalu.

Selain itu M Zaki Mubaraq yang turun langsung menggalang dana juga mengatakan, agar saudara yang terkena  tsunami di Selat Sunda dapat bangkit, layaknya rakyat Aceh dulu.

“Semoga saudara di sana dapat kembali menjalankan aktifitas seperti biasa dan juga selalu taat beribadah, karena semua kita ini milik Allah SWT dan akan pulang kembali ke padanya, kami berharap, semoga dengan adanya musibah seperti ini, menjadi renungan untuk kita semua,” ujarnya.

Mahasiswa dan mahasiswi ini juga berharap agar kedepan kita di Indonesia dapat meningkatkan literasi kebencanaan menjadi lebih baik, serta pemerintah dapat meningkatkan sistem peringatan dini tsunami.

Mengingat bencana tsunami di Selat Sunda terjadi tidak adanya peringatan dini. Hal ini ternyata disebabkan oleh sistem peringatan dini tsunami yang dimiliki hanya untuk mendeteksi tsunami yang disebabkan oleh gempa. Sedangkan tsunami di Selat Sunda terjadi dipicu oleh longsor akibat runtuhnya Gunung Anak Krakatau yang disebabkan erupsi gunung api aktif itu.

Sumber: Antara

Beri Komentar
Loading...

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. TerimaSelengkapnya