Harian Aceh Indonesia
HARIANACEH.co.id

Produksi Madu Bulohseuma Melimpah, Dipasarkan Sampai Luar Negeri

Tapaktuan – Kemukiman Bulohseuma, Kecamatan Trumon, yang terdiri dari tiga gampong masing-masing Rakit, Kuta Padang dan Tengoh serta ditambah satu gampong lagi yakni Ie Meudama merupakan satu-satunya wilayah di pedalaman Kabupaten Aceh Selatan penghasil lebah madu terbesar.

Produksi lebah madu Bulohseuma sejak beberapa bulan terakhir di wilayah dimaksud melimpah. Kondisi ini tentu membawa berkah mendongkrak ekonomi bagi ratusan masyarakat setempat. Karena komoditas barang langka ini diminati oleh berbagai kalangan, baik didalam daerah hingga luar negeri.

Komoditas lebah madu Bulohseuma ini sudah sangat terkenal pada masyarakat luar, karena madu tersebut benar-benar diambil dari hutan alami bukan jenis madu yang diproduksi dari peternakan lebah. Sehingga lebah madu ini diyakini memiliki khasiat luar biasa bagi kesehatan manusia.

Lismadi, salah seorang tokoh muda setempat mengutarakan, melimpahnya produksi lebah madu diwilayah tersebut biasanya terjadi mulai akhir tahun sampai bulan Februari tahun berikutnya.

Disaat musim tiba, produksi lebah madu mencapai 4.000 bambu lebih atau sekitar 360 jerigen isi 30 liter/jerigen selama rentang waktu tiga bulan tersebut. Dalam sehari, kata dia, satu batang pohon yang terdapat lebah mampu berpodruksi madu mencapai 4 jerigen.

Lebah madu yang hinggap di sejumlah pohon dalam hutan wilayah tersebut dipanen oleh masyarakat dengan didampingi pawang yang ahli dibidang itu.

“Untuk satu bambu lebah madu, masyarakat menjualnya pada agen dikampung sekitar Rp 900 – Rp 1 juta. Lalu madu tersebut dipasarkan lagi oleh agen ke konsumen di dalam Aceh Selatan sekitar Rp 1,2 juta,” kata Lismadi saat berbincang-bincang dengan wartawan di Tapaktuan, Rabu (9/1/2019).

Sementara untuk konsumen diluar Aceh Selatan dalam Provinsi Aceh, lanjut Lismadi, harga untuk satu bambu lebah madu mencapai Rp 1,4 – Rp 1,5 juta. Sedangkan untuk luar Aceh hingga ke luar Negeri, harganya mencapai Rp 2 juta-an/bambu karena ditambah ongkos kirim via kargo pesawat terbang.

“Saya selaku putra Bulohseuma, turut membantu memasarkan lebah madu ini ke sejumlah konsumen baik dalam maupun luar daerah. Bahkan beberapa konsumen luar negeri juga telah pernah memesannya,” ujarnya.

Pihaknya, sambung Lismadi, berkomitmen kuat menjaga keaslian lebah madu bulohseuma agar tidak bercampur dengan madu luar yang tidak jelas keasliannya. Makanya, perangkat gampong bersama masyarakat setempat telah merumuskan sebuah aturan (Qanun) yang isinya antara lain jika terdapat oknum tertentu menjual atau memasarkan lebah madu tidak asli, akan dikenakan denda satu ekor kambing.

“Alhamdulillah, dengan adanya qanun tersebut upaya-upaya memasarkan lebah madu palsu di Bulohseuma dapat di minimalisir. Sehingga kepercayaan konsumen terhadap produksi lebah madu asli bulohseuma tidak tercemar,” pungkasnya.

Beri Komentar
Loading...

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. TerimaSelengkapnya