Harian Aceh Indonesia
HARIANACEH.co.id

15 Tahun Menunggu, Pemuda Desa Alue Teh Aceh Timur Keluhkan Jalan Desa Rusak Parah

Idi – Bembeng (30), Pemuda Gampong –baca: desa– Alue Teh, Kecamatan Birem Bayeun, Aceh Timur, menagih janji Pemkab Aceh Timur yang sudah 15 tahun belum terealisasikan terkait jalan Desa Alue Teh menuju Kecamatan Birem Bayeun, Aceh Timur. Hal itu ia sampaikan kepada HARIANACEH.co.id pada Kamis, 10 Januari 2019.

Menurutnya, jalan desa ini sangat penting bagi warga untuk mendistribusikan hasil bumi menuju kota kecamatan. Ia juga telah berupaya bersama pemuda di desanya hingga menguusulkan hal jalan ini ke Pemerintah Provinsi Aceh. Namun, katanya hingga kini baik Pemerintah Provinsi Aceh maupun Pemkab Aceh Timur enggan memberikan jawaban dan implementasi atau niat untuk itu.

“Sudah 15 Tahun tapi ya begini keadaan jalan desa kami ini. Kita merasa sangat susah karena jalan rusak dan sulit bagi kita mengeluarkan hasil perkebunan. Kami tidak bisa maksimal menjalankan kehidupan sehari-hari. Ibaratnya habis trasportasi aja, kayak mana rakyatnya bisa makmur,” kata Bembeng dengan rasa kecewa sangat mendalam.

Jalan desa yang menghubungkan desa Alue Teh dan Kabupaten Aceh Timur
Jalan menuju desa Alue Teh yang berjarak 15 Kilometer sudah 15 tahun tidak pernah dibuat oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Timur. FOTO/HAI/Hermansyah

Kemudian, kata dia pengajuan pembangunan jalan desa juga sudah dilakukan ke tingkat provinsi melalui Dinas PUPR, namun sambungnya, sampai saat ini tidak ada respon sama sekali.

“Usulan sering dilontarkan sampai saat ini belum ada tanggapan, kemarin itu kami kirim ke provinsi baru-baru aja di tahun 2017, tapi ya begitulah, belum ada jawaban,” ujar Bembeng.

Sambugnnya lagi, bahkan kemarin itu ada tim sukses dari pemuda desa juga yang mengajukan pengaspalan ke Dinas PU, namun, keluhnya tetap tidak ada respon apapun.

Ketika HARIANACEH.co.id menanyakan tentang pengajuan proposal pengaspalan ke Pemerintah Daerah dengan menggunakan dana desa, ia menjelaskan hal itu belum dilakukan karena keterbatasan network yang dimiliki pemuda desa. Katanya, Kepala desa tidak bisa berbuat banyak.

“Tidak ada jaringan ke Pemerintah Daerah, biasanya yang tahu soal itu Kepala Desa, kalau gunakan Dana Desa, mana cukup untuk pengaspalan jalan yang panjangnya mencapai 15 kilometer ditambah lagi di jalan itu juga disambung dengan adanya jembatan, mana cukup dana desa membiayai itu,” kata Bembeng.

Bembeng justru merasa aneh dan heran, ketika logika yang digunakan berputar terbalik 360 derajat terkait pembangunan jalan tol. menurutnya hal ini cukup tidak relevan ketika pemerintah baik pemerintah pusat, daerah, kabupaten mendengung-dengungkan tentang pembangunan jalan Tol. Katanya, setingkat jalan desa saja tidak mampu ditangani tiba-tiba harus bicara soal pembangunan jalan tol.

“Inikan aneh, pemerintah kok malah mikir jalan tol, itu jalan desa sudah 15 tahun nggak dibuat-buat kok malah mikir dan mencanangkan jalan tol? ini gimana cara berpikirnya?,” keluh Bembeng.

Seluruh warga desa Alue Teh dan Paya Rambung hanya mengharapkan pemkab Aceh Timur, Provinsi, dan bahkan pemerintah pusat segera memikirkan pembangunan jalan desa agar warga bisa beraktifitas dengan mudah menuju kota Kabupaten Aceh Timur dan Kota Langsa.

“Kami cuma minta jalan desa ini dibuat agar kami bisa menjalankan roda perekonomian kami,” tutup Bembeng.[]

Beri Komentar
Loading...

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. TerimaSelengkapnya