Harian Aceh Indonesia
HARIANACEH.co.id

Peraturan Menteri Muncul Gejolak, KAHMI: Harusnya PMA Ditinjau Ulang

MEULABOH –  Sekjen Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Aceh Barat, Anwar menyikapi serius terkait penetapan Ketua STAIN yang baru, pasalnya pasca Menteri Agama melantik Inayatillah menjadi Ketua STAIN mengantikan Dr Syamsuar, telah muncul gejolak dari Mahasiswa, terutama mengenai Peraturan Menteri Agama (PMA) No 68 tahun 2015 tentang pengangkatan dan pemberhentian Ketua pada PTKIN di Indoesia.

Menurut Anwar,  Ketua Komisi VIII DPR RI Saleh Ali Partaonan Daulay pernah mendesak Kementerian Agama RI untuk mengkaji ulang peraturan menteri agama (PMA) No 68 tahun 2015 itu, sebab. jika pemilihan rektor dilakukan Menteri Agama akan mematikan budaya Demokrasi Kampus.

Maka, berdasarkan kritikan tersebut menjadi patron bagi Menag dalam mengambil keputusan tentang pengangkatan dan pemberhentian Rektor PTKAIN, seperti penetapan Ketua STAIN TDM senin 07 Januari lalu di Jakarta.

“dalam hal ini memang sudah menjadi keharusan untuk dikaji ulang tentang peraturan Menteri No 68 tahun 2015. Karena dengan memakai PMA, banyak terjadi penolakan di PTKAIN. karena keputusan itu kurang singkron dengan harapan dilapangan, cetus Anwar jum’at (11/01/19).

Seharusnya, kata Anwar lagi. sebelum memutusakan sebuah keputusan tentang penetapan Ketua PTKIN, tim kemeterian Agama lakukan observasi dulu ke lapangan, bagaimana harapan stakeholder di kampus untuk menjadi sebuah referensi dalam  menetapkan Rektor dan Ketua PTKAIN, supaya terhindar dari konflik regulasi dan mossi tak percaya kepada putusan Menteri Agama tersebut, ungkap Anwar.

Wakil ketua Bidang kerjasama Pelajar dan Mahasiswa DPD-II KNPI Aceh Barat ini menilai, aksi penolakan Mahasiswa terhadap ketua STAIN yang baru dilantik wajar saja, karena itu bentuk lampiasan kekecewaan, dilihat dari kedekatan mereka dengan Dr Syamsuar.

Namun kondisi tersebut dikawatirkan kinerja STAIN Meulaboh kedepan akan terganggu jika eskalasi unjuk rasa kian meningkat, karena hal itu akan berdampak negatif terhadap peningkatan Status STAIN menjadi IAIN, tutupnya.[]

 

 

Beri Komentar
Loading...

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. TerimaSelengkapnya