Harian Aceh Indonesia
HARIANACEH.co.id

Proyek DOKA 2018 Untuk Jalan Aceh Timur-Gayo Lues, LPAP-RI: Pihak Rekanan Pakai Matrial Galian C Ilegal

Langsa – Koorsinator Lembaga Pemantau Advokasi Publik Republik Indonesia (LPAP-RI) Rabono Wiranata menilai, banyak pengerjaan jalan yang dilakukan rekanan asal-asalan karena proyek dikerjakan untuk mengejar waktu untuk menghindari mati kontrak.

“Rekanan mengejar waktu dan menggunakan berbagai cara agar proyek cepat selesai, itu dilakukan supaya tidak mati kontrak dan kena pinalti,” kata Rabono Wiranata menanggapi pengerjaan Proyek Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) 2018 untuk jalan penghubung Aceh Timur dengan Gayo Lues yang rusak sebelum selesai, Jum’at 11 Januari 2018.

Proyek Jalan dari anggaran DOKA 2018 senilai hampir Rp30 Milyar dikerjakan oleh PT. Saribumi, hingga akhir 2018 belum kelar dan masih dilanjutkan pengerjaannya, namun masyarakat konplain lantaran pekerjaan belum selesai, tetapi sebagian jalan sudah rusak.

Tim investigasi (LPAP- RI) juga menilai mutu jalan sangat rendah karena PT Saribumi menggunakan material dari lokasi galian C ilegal yang diambil dari Pasir Putih, Pining, Gayo Lues.

“Ini perlu diusut agar kedepan bisa lebih baik,” ujar Wira. | Herman

Beri Komentar
Loading...

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. TerimaSelengkapnya