Harian Aceh Indonesia
HARIANACEH.co.id

Aparatur Desa Kuta Simboling Singkil Terindikasi Manipulasi ADD 2018

Singkil – Desa Kuta Simboling, Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh terindikasi menggunakan Anggaran Dana Desa(ADD) yang sudah basi tahun anggaran 2018 yang seharusnya menjadi Silpa, karena terkesan memanipulasi program kegiatan.

Pelatihan pembuatan tali kur salah satu Program pemberdayaan masyarakat desa Kuta Simboling, Kecamatan Singkil, Aceh Singkil yang terindikasi menyalahi aturan penggunaan anggaran 2018 di awal tahun 2019.foto/HAI/Khairuman.

“Panitia aparatur Desa Kuta Simboling dinilai menyalahi aturan main penggunaan anggaran, kenapa anggaran dana desa tahun 2018 lalu baru dilaksanakan programnya di awal tahun 2019, seharusnya dana tersebut menjadi Silpa, “Ungkap Jamrin warga Desa Kuta Simboling kepada wartawan Senin(14/1).

Dia menyebutkan, Panitia desa Kuta Simboling telah melaksanakan program pemberdayaan masyarakat dalam bentuk pelatihan pembuatan tas dari tali Kur dan pembuatan Peti fiber ikan dengan dana puluhan juta rupiah menggunakan dana desa tahun anggaran 2018 Minggu(13/1).

“Kegiatan pemberdayaan masyarakat tersebut baru di realisasikan kemarin mulainya tanggal 13 hingga 15 Januari 2019,”ujarnya.

Program tersebut, lanjutnya, sudah melewati batas waktu penganggaran yang jatuh tempo pada 31 Desember 2018 sesuai regulasi tata cara penggunaan Dana Desa. Seharusnya dana tersebut harus di silpakan.

Namun kenyataannya aturan itu, dilanggar aparatur Desa Kuta Simboling tersebut. Pihak desa tetap saja melaksanakan kegiatan itu.

Sementara itu salah seorang warga kuta Simboling Jamrin menjelaskan bahwa mereka sebenarnya menolak kegiatan itu di selenggarakan, mengingat tahun anggaran sudah lewat dan juga curiga akan ada permainan mengingat kenapa pihak desa tetap ngotot melaksanakan kegiatan tersebut padahal sudah lewat tahun anggaran.

Sebelum saya menolak kegiatan itu saya terlebih dahulu konsultasi dengan koordinator Tenaga Ahli pendampingan Desa Dari P3MD kabupaten Aceh Singkil saudara Asmar, mengenai apa boleh melakukan kegiatan padahal tahun anggaran sudah lewat. Asmar mengatakan bahwa dana kegiatan itu di Silpa kan saja dan kegiatan itu dilaksanakan setelah APBDes 2019 di setujui.

” Seharusnya peogram itu, tidak boleh dilaksanakan sebelum kegiatan di Anggarkan kembali di tahun 2019,” ucap Jamrin.

Kami sebenarnya berharap agar kegiatan itu di Silpa kan dengan tujuan agar kedepannya, pemerintah desa mengerti dengan prosedur yang berlaku, dan tidak menjadi celah melanggar aturan terang Jamrin.

Kemudiab pihaknya berharap kepada dinas terkait yakni Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampong(DPMK) dan Inspektorat agar bersifat tegas atas program yang melanggar, dana tersebut harus dipulangkan,” tegasnya.

Yang sangat di sayangkan, sambungnya, untuk para undangan peserta juga di manipulasi oleh pihak desa, di situ dibuat pada tanggal 12 Desember 2018, padahal kegiatannya dilakukan hari ini tanggal 13 Januari2019.

Ruslan, Keuchik Kuta Simboling dihubungi wartawan melalui telepon mengenai program kegiatan kenapa di laksanakan diawal tahun, pihak enggan berkomentar banyak dengan dalih, kalau mau konfirmasi kepada Amran Jabat, Sekertaris desa terkait.

Terpisah dihubungi wartawan, Amran Jabat Sekertaris Desa Kuta Simboling mengatakan bahwa dirinya tidak mengetahui kenapa kegiatan itu tetap dilanjutkan.

“Saya tidak tahu kenapa kegiatan itu tetap dilanjutkan, karena dalam hal ini saya juga tidak di undang mengenai mekanisme kegiatan, hanya saja yang saya dengar dari warga bahwa bendahara desa mengatakan bahwasanya saya sebagai panitianya, namun saat pelatihan ini di laksanakan bukan saya yang jadi panitia tapi saudara kayarudin,” kata Amran.

Saya pun heran kenapa Keuchik mengarahkan wartawan mengkonfirmasi saya, saya tidak tahu apa apa, jangan kan dana nya pelatihan pembuatan fiber itu saja saya tidak tahu.

Hal serupa juga di jelaskan oleh ketua panitia Kayarudin, Amd. “Mengenai pelatihan ini harus di silpakan saya Tidak tahu, dan kenapa TPK tidak mau melaksanakan kegiatan ini saya juga tidak tahu, saya bukan TPK, kata kaya.

Intinya saya hanya melaksanakan kegiatan ini karena Keuchik mengatakan Tidak ada yang mau, mengenai anggaran dan biaya isentip terhadap peserta saya benar-benar tidak tahu.

Beri Komentar
Loading...

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. TerimaSelengkapnya