Harian Aceh Indonesia
HARIANACEH.co.id

Tanzania Miliki Populasi Muslim Terbesar di Afrika Timur

Konstitusi Tanzania memberikan kebebasan beragama.

HARIANACEH.co.id, JAKARTA — Tanzania merupakan sebuah negara di Afrika Timur yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia di bagian timur. Ia terbentuk dari penyatuan dua wilayah berdaulat, yakni Tanganyika dan Zanzibar.

Tak heran, jika negara itu memiliki daratan terluas di Afrika Timur. Negara itu memiliki tiga kawasan fisiografi, yakni kepulauan dan dataran pantai di sebelah timur, plato pedalaman berbetuk piring, dan sejumlah dataran tinggi.

Negara itu menjadi rumah bagi 13,2 juta Muslim. Menurut data pada Pew Research Center, pada Oktober 2009, populasi pemeluk Islam di Tanzania mencapa 30,2 persen dari total penduduk.

Berdasarkan data pada Central Intelligence Agency (CIA), sebanyak 35 persen penduduk di daratan utama Tanzania beragama Islam, 30 persen beragama Kristen, dan 35 persen lainnya menganut kepercayaan animisme.

Sedangkan di Pulau Zanzibar, wilayah yang menyimpan sejarah kesultanan Islam menjelang akhir abad XIX, lebih dari 99 persen penduduknya adalah Muslim. Dalam tulisan bertajuk Muslim University in Tanzania; Combating Discrimination in Their Own Country, disebutkan, Tanzania kerap dianggap sebagai negara Kristen. Padahal, negara tersebut justru menjadi rumah bagi populasi Muslim terbesar di Afrika Timur.

Laman Wikipedia menyebutkan, dari total pemeluk Islam, sebanyak 80 hingga 90 persen di antaranya merupakan Muslim Sunni, sementara sisanya merupakan keturunan Asia adalah Muslim Syiah. Sebagian besar Muslim Syiah adalah orang- orang keturunan Asia.

International Religious Freedom Report: Tanzania memaparkan bahwa Konstitusi Tanzania memberikan kebebasan beragama. Pemerintah menghormatinya sebagai hak. Namun, sejak setelah 1967, survei agama dihapuskan dari laporan sensus pemerintah sehingga saat tidak ada data yang benar- benar aktual dan akurat diketahui perbandingan jumlah Muslim dan non-Muslim di Tanzania.

Di Kota Morogoro, terdapat sebuah universitas Islam yang hampir separuh dari 1.500 maha- siswanya adalah perempuan muda. Tak diketahui secara jelas apakah mereka Muslim ataupun bukan. Yang jelas, semua mahasiswa perempuan diwajibkan mengenakan kain penutup kepala di lingkungan kampus.

Sumber: Republika

Beri Komentar
Loading...

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. TerimaSelengkapnya