Harian Aceh Indonesia
HARIANACEH.co.id

Advertisement

Antara Berhijab dan Berhijrah

Penulis: Luthfiatul Kamila (Mahasiswi Psikologi UIN Ar-Raniry asal Lhokseumawe dan sekarang aktif menulis di Forum Aceh Menulis).

Menutup aurat memang menjadi kewajiban bagi setiap wanita muslim. Namun kebanyakan wanita enggan memakai jilbab karena alasan belum siap, ribet, panas dan lainnya. Sebenarnya pasti setiap wanita ingin belajar lebih baik lagi, mencoba menata hati dan menjadi seorang wanita shaleha.

Advertisement

Advertisement

Berbagai gejolak pertentangan di hati nya pasti muncul ketika memikirkan masalah hijab. Banyak wanita belum siap dan mengaku bahwa hatinya masih belum tertata, hatinya masih belum suci sesuci jilbab, namun yang perlu diketahui adalah hijab, jilbab dan sejenisnya bukan semata-mata menjadi lambang kesempurnaan akhlak maupun hati seorang wanita namun adalah sebuah kewajiban.

Semua manusia pasti masih jauh dari kata sempurna yang dapat dilakukan adalah hanya terus dan terus memperbaiki diri. Jika banyak alasan dan menunda memakai jilbab atau sampei menunggu sempurnanya hati itu tidak akan mungkin.

Memang tidak semua wanita berjilbab itu sholeha namun wanita sholeha itu pasti selalu berjilbab. Jika masih belum ingin memakai jilbab syar’i ya silahkan paling tidak, masih ada perasaan mereka untuk mencoba menjadi lebih baik dan memenuhi kewajiban mereka sebagai wanita. Sadar atau tidak sadar dengan memakai hijab atau jilbab meraka pasti merasakan perubahan dalam hati mereka, sehingga hijab itu juga membawa kebaikan dalam diri seseorang.

Membuat hati lebih tenang, tentram, dan ikhlas sehingga hijab selalu menjaga dan menyelimuti hati para wanita muslim. Menggunakan Hijab hati terasa lebih damai dan selalu ingin mendekatkan diri pada Allah Swt. Hijab membuat hati lebih tenang dan tentram karena dengan memakai hijab hati terasa semakin dekat dengan Allah SWT.

Perasaan ikhlas dan terjaga akan menyelimuti hati mereka. Wanita yang mencoba memakai hijab mungkin awalnya akan sering mengeluh panas, ribet namun seiringnya berjalan waktu itu menjadi hal biasa dan membuat hati lebih nyaman.

Memenuhi perintah Tuhan dengan memakai hijab pasti akan mampu membuka hati mereka sehingga hati terasa lebih damai dan selalu ingin berdekatan dengan Allah Swt. Ingatlah jangan terus menunggu kesempurnaan hati baru memakai hijab namun buatlah hatimu menjadi lebih sempurna bagei hijab seiring kamu memakainya.

Menumbuhkan perasaan malu dan melatih diri menjadi lebih baik lagi. Dengan berhijab juga melatih menjadi sosok yang senantiasa memiliki rasa malu, karena hijab yang menutup aurotnya menjadikan hati seorang perempuan lebih terlatih untuk tidak memakai pakaian terbuka di hadapan laki-laki.

Malu tersebut bukan hanya terhadap manusia namun juga merasa malu kepada Tuhan. Perasaan malu dalam berpakaian terbuka lamban laun akan tumbuh menjadi perasaan malu terhadap kelakuan sehari-hari misalnya sholat 5 waktu yang dulunya sering bolong-bolong, karena dia sadar akan hijabnya maka ia berusaha menunaikan semua kewajiban tersebut.

Bahkan merasa malu jika azan berkumandang namun ia tidak segera sholat, perasaan tersebut pasti muncul seiring dia memakai jilbab. Perasaan malu akan bertambah besar dan menjadikan pribadinya lebih baik lagi seperti ingin belajar mengaji, puasa dan lain sebaginya. Memulai itu memang sulit seperti bola salju ia terasa berat pada awalnya namun jika sudah terbiasa maka bola itu akan menggelinding sendiri dan bertambah ringan.

Layaknya memakai jilbab juga pasti ada tahapan-tahapan yang harus dilalui, menata hati memang sangat sulit namun jika terus belajar sedikit-demi sedikit akan terasa perubahannya, entah kita sendiri menyadari atau tidak. Mulailah dengan hal kecil yang mudah terlebih dahulu biarkan ia mengalir seiring berjalannya waktu. Jangan hanya terus menunggu, seperti ketika ada sedikit cahaya kita harus segera menjemputnya lama-lama cahaya itu akan bertambah terang, bukan hanya menunggu menanti cahaya itu datang pada kita.

Menjadikan kita Pribadi yang sabar dan jauh dari pikiran negatif sehingga hijab mampu memberi pengaruh positif terhadap pikiran dan pribadi kita. Misalkan yang dulunya mudah emosi, berperasangka buruk, lama-lama akan mengikis dan berubah menjadi pribadi yang sabar dan selalu positif.

Karena hati yang merasa tenang nyaman dengan keadaan yang baru akan membuat seseorang berusaha meningkatkannya lagi. Itu semua akan berdampak pada pikiran, hati dan tingkah laku. Bukankah, sholat membuat seseorang menjadi tentram, damai dan terhindar dari perilaku tercela.

Nah, seperti itulah proses dari berjilbab/berhijab. Jika semakin ditingkatkan dan ditingkatkan lagi maka akan terasa manfaatnya. Sehingga membuat seseorang menjadi pribadi yang lebih dan baik lagi. Jangan menunggu untuk menjadi sempurna baru memakai jilbab tapi segeralah untuk bersiap menjadi pribadi yang lebih baik dengan hijab mu.

Mungkin awalnya menggunakan hijab yang sederhana ya tidak apa-apa itu latihan. Tidak mungkin kan seseorang ingin belajar berenang menjadi perenang handal ia langsung latihan menuju samudra. Pasti ia akan belajar di kolam renang yang cetek terlebih dahulu kemudian kolam yang lebih dalam lalu ke sungai dan seterusnya.

Siyogiyanya, manusia itu sel yang selalu melewati langakah demi langkah dalam hidup, sama saja dengan jalan menuju kesuksesan di mulai dari hal sederhana kemudian berkembang menjadi hal yang besar ke depannya. Wallahualam Bishawab.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Beri Komentar
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. TerimaSelengkapnya