Harian Aceh Indonesia
HARIANACEH.co.id

Kebijakan Bupati Lamban, Massa Demo ke Kantor Bupati dan DPRK Aceh Tenggara

Kutacane – Ratusan massa yang menamakan diri Gabungan Aktivis Penyelamat Aceh Tenggara (GAPAT), menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati dan DPRK Aceh Tenggara (Agara), Selasa (22/1/2019).

Massa menuntut sejumlah kebijakan bupati yang terkesan lamban dalam menyikapi berbagai permasalahan sejak kepemimpinan Raidin-Bukhari.

Selama 15 menit melakukan aksi di Kantor Bupati, ratusan massa ini berjalan kaki menuju ke gedung DPRK setempat.

Koordinator aksi, Nawi Sekedang dalam orasinya menyampaikan bahwa, Bupati Agara Raidin Pinim gagal dalam menjalankan visi dan misi pasca terpilih.

Padahal, pasangan bupati dan wakil bupati yang akrab di sebut pasangan “Rabu” itu sudah menjalankan roda pemerintahan selama hampir dua tahun.

Lambannya penanganan banjir yang terjadi di sejumlah titik di wilayah Agara baru-baru ini salah satu kritikan yang tajam dari aksi massa ini.

Selain itu penanganan permasalah UGL, pemberhentian tenaga honorer, pemberhentian kepala desa secara sepihak tanpa aturan jelas.

“Kesemuanya itu hingga kini tidak mampu diselesaikan, kami menilai kinerja Rabu tidak becus dalam mengurus pemerintahan ini,” teriak Nawi.

“Lebih baik mundur saja jika Bupati Raidin Pinim tidak lagi  mampu menangani permasalahan ini,” sambung Nawi dalam orasinya di hadapan sejumlah anggota dewan.

penanggung jawab aksi itu menilai bupati terkesan cuek atas segala persoalan yang terjadi di Bumi Sepakat Segenep ini.

“Kami minta kepada DPRK untuk menghadirkan bupati dan seluruh anggota dewan. Jika tidak aksi ini akan kami lanjutkan di Banda Aceh,” sebut Nawi pula.

Pantauan media ini, setelah menyampaikan orasinya sejumlah perwakilan massa mendapatkan tanggapan langsung dari sejumlah anggota dewan setempat. Meski demikian, setelah dua jam menunggu, pihak DPRK tidak mampu menghadirkan bupati sesuai dengan tuntutan mereka.

Jika bupati tidak dapat dihadirkan, koordinator aksi meminta Asisten 1 dan sejumlah anggota dewan yang hadir agar bertanggung jawab atas segala pernyataan yang mereka sampaikan.[]

Beri Komentar
Loading...

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. TerimaSelengkapnya