Harian Aceh Indonesia
HARIANACEH.co.id

Advertisement

Tabloid Indonesia Barokah Mendadak Ditarik dari Peredaran di Aceh Selatan

Tapaktuan. Tabloid Indonesia Barokah yang dikirim via Kantor Pos oleh Redaksinya di Pondok Melati, Bekasi, Jawa Barat sempat beredar dibeberapa Pondok Pesantren dalam Kabupaten Aceh Selatan terutama diwilayah Labuhanhaji Raya dan Pondok Pesantren Jabal Rahmah Gampong Lhok Bengkuang, Tapaktuan.

Namun beberapa saat kemudian, tabloid yang terbit tiba-tiba menjelang Pemilu 2019 tersebut, mendadak ditarik dari peredaran setelah pihak PT Pos Tapaktuan menerima perintah dari Kantor Pos Regional Sumut-Aceh, untuk menarik kembali tabloid dimaksud dari penerimanya.

Advertisement

Advertisement

Kepastian itu disampaikan Kepala Kantor Pos Tapaktuan, Alex Riadi saat dimintai konfirmasi oleh wartawan dikantornya, Rabu (30/1/2019).

“Paket berisi Tabloid Indonesia Barokah tersebut sampai di Kantor Pos Tapaktuan pada Sabtu (26/1/2019). Pada hari itu sempat ada yang terlanjur telah di distribusikan ke pondok pesantren di Labuhanhaji Raya dan Tapaktuan,” kata Alex Riadi.

Ia mengatakan, sebelum didatangi pihak Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Aceh Selatan pada Selasa (29/1/2019) sore, pihaknya mengaku telah lebih dulu mendapat perintah dari Kantor Pos Regional Sumut-Aceh agar tidak mendistribusikan tabloid dimaksud.

Selain ke Aceh Selatan, lanjutnya, paket berisi Tabloid Indonesia Barokah tersebut juga dikirim ke sejumlah pondok pesantren di tiga kabupaten/kota di pantai barat selatan Aceh masing-masing Aceh Barat Daya (Abdya), Pemko Subulussalam dan Aceh Singkil.

Untuk Aceh Selatan ada sebanyak 16 amplop, Abdya 2 amplop, Subulussalam 3 Amplop dan Singkil 1 amplop.

Ponpes dimaksud masing-masing Ruhul Ulum, Kedai Runding, Kecamatan Kluet Selatan, Raudhatul Mutaallimin Desa Manggis Harapan, Kecamatan Labuhanhaji, Ashhabul Yamin, Keude Bakongan, Kecamatan Bakongan. Bustanul Huda Saalisah Diniyah Asyafiah Desa Seunaloh Kecamatan Blang Pidie.

Pengasuh DMT Subulussalam Jontor Desa Jontor, Kecamatan Penanggalan, Pemko Subulussalam. Al-Mansuriyah Desa Lae Bersih, Kecamatan Penanggalan, Subulussalam. Liqa Urrahmah, Desa Paya Dapur, Kecamatan Kluet Timur Aceh Selatan.

Asyariyah, Desa Labuhan Tarok, Kecamatan Meukek. Nahdhatul Abidin, Desa Lhok Mamplam, Kecamatan Meukek. Darul Amilin, Desa Gunung Rotan, Kecamatan Labuhanhaji Timur, Mishbahussaadah Desa Panji, Kecamatan Longkip. Budi Ihsan Desa Bakau Hulu, Kecamatan Labuhanhaji. Darul Ilham, Desa Padang Bakau, Kecamatan Labuhanhaji. Darul Hasanah Syekh Abdurrauf Desa Kilangan, Kecamatan Singkil, Aceh Singkil.

Raudhatul Muna Desa Ujong Pulo Cut, Kecamatan Bakongan Timur, Aceh Selatan, Mafatihussa Adah Desa Indra Damai, Kecamatan Kluet Selatan. Ar-Ridha, Desa Pasie Seubadeh, Kecamatan Bakongan Timur. Mafatihul Ulum, Desa Barat Daya, Kecamatan Kluet Selatan. Jabal Marwah Terpadu Desa Ladang Baro, Kecamatan Meukek.

Al-Jamiatusadah Desa Trieng Meuduro Tunong, Kecamatan Sawang. Babul Ulum Desa Sikulat, Kecamtan Sawang dan Ponpes Modern Miftahusssalam Desa Meunasah Tengoh Kecamatan Lembah Sabil, Abdya.

“Jadi seluruhnya berjumlah 22 amplop, sebagiannya sempat kita edarkan ke sejumlah alamat yang tertera di amplop.  Namun, berdasarkan pentunjuk dari Kantor Pos Regional Sumut-Aceh yang telah beredar kita tarik kembali,” ujarnya.

Saat ini lanjutnya, seluruh paket masih diamankan di Kantor Pos Tapaktuan sambil menunggu petunjuk selanjutnya dari Kantor Pos Regional Sumut-Aceh.

“Yang sempat diedarkan di Ponpes Terpadu Jabal Rahmah Tapaktuan dan dipondok pesantren Labuhanhaji, tapi saat ini kita pastikan seluruhnya telah kita tarik kembali,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Panwaslih Aceh Selatan Baiman Fadhli SH menyebutkan bahwa, penemuan tabloid tersebut di Kantor Pos Tapaktuan merupakan hasil pengembangan informasi yang diterima Panwaslih Aceh Selatan.

Menurutnya, proses investigasi yang dilakukan pihaknya menindaklanjuti surat Bawaslu RI Nomor : 0187/K.Bawaslu/PM.06.00/1/2019 Perihal : Penanganan Tabloid Indonesia Barokah.

“Panwaslih tidak berwenang mengamankan tabloid tersebut, melainkan hanya memastikan agar tabloid dimaksud tidak di distribusikan oleh pihak Pos Tapaktuan. Selanjutnya, Panwaslih akan melakukan proses terkait temuan ini berdasarkan surat Bawaslu RI dengan mengacu pada peraturan Bawaslu Nomor : 7 Tahun 2018 tentang penanganan temuan dan laporan pelanggaran pemilu. Disamping itu, kami juga akan terus melakukan langkah koordinasi intens dengan pihak Bawaslu Provinsi Aceh,” pungkasnya.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Beri Komentar
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. TerimaSelengkapnya