Harian Aceh Indonesia
HARIANACEH.co.id

Advertisement

Mama Muda Meringis Dicambuk Dilapangan Terbuka

Hukum Nanggroe

Singkil – Seorang mama muda Reni Puspita Sari(34) dan Sariman pasangan mesumnya meringis saat dihukum cambuk oleh Algojo dilapangan terbuka puluhan kali, Alun – alun Pulosarok, Kecamatan Singkil, Aceh Singkil Kamis(31/1).

Kedua terhukum Sariman dan Reni Puspita Sari beridentitas warga Tunas harapan, Aceh Singkil, dihukum cambuk karena telah melakukan perbuatan asusila melanggar pasal 25 nomor 6 tahun 2014 Qanun Jinayat Syariat Islam.

Advertisement

Advertisement

“Karena masa menjalani proses hukum tidak ditahan, kedua pelaku zarimah iktilat menerima hukuman cambuknya secara penuh berdasarkan putusan Mahkamah Syariat, yakni masing – masing 30 kali dera, “kata Lili Suparli SH, Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Singkil.

Sedangkan Dua orang lagi pelaku Zarimah maisir, terhukum Sauler manik(59) dicambuk 28 kali dera dan Romson manik(34) 32 kali dera di khalayaq ramai.

“Sauler manik diputuskan Mahkamah Syariat 30 kali dera dipotong masa tahanan 2 bulan menjadi 28 kali dera, sedangkan Romaon manil diputuskan Mahkamah Syariat islam 35 kali, dipotong masa tahanan 3 bulan, menjadi 32 kali dera, “jelas Lili.

Keduanya, kata Lili, warga, Kuta kerangan, Aceh Singkil yang melanggar pasal 20 Qanun Aceh nomor 06 tahun 2014 tentang hukum jinayat.

“Alhamdulillah, keempat terhukum sudah menjalani eksekusi, setelah mengerahkan 4 orang algojo dan diperbolehkan pulang”ungkapnya.

Proses uqubat tazir cambuk cukup ramai disaksikan masyarakat pelosok, sementara personil Satpol PP dan WH, berjaga – jaga dibatas membludaknya penonton.

Namun sebahagian penonton mengaku proses cambuk menggunakan jaket pengaman, karena pada saat proses eksekusi berlangsung suara pukulan amat ketara.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Beri Komentar
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. TerimaSelengkapnya