Harian Aceh Indonesia
HARIANACEH.co.id

Advertisement

Di Belgia, Ibu Tega Tikam Anaknya karena Memeluk Islam

Data Asosiasi Anti-Islamofobia 76 persen target Islamofobia pada 2017 perempuan.

HARIANACEH.co.id, BRUSSEL – Pengadilan Kriminal di Brussel, Belgia menjatuhkan hukuman penjara selama tiga tahun terhadap seorang ibu yang menyerang anaknya lantaran masuk Islam.

Advertisement

Advertisement

Perempuan berusia 54 tahun yang tak disebutkan namanya itu menyerang korban tak lain adalah anaknya sendiri yang berusia 19 tahun. 

Sang ibu menikam putrinya itu di bagian perut dan di bawah dagu setelah putrinya itu memutuskan menjadi mualaf dan menikahi Muslim secara diam-diam. 

Hakim menyatakan dengan hukuman tersebut menunjukan perilaku sang ibu yang menikam anaknya tidak bisa diterima. 

Pengacara pelaku mengatakan penikaman itu dilatarbelakangi karena sang ibu merasa khawatir akan ditinggalkan anaknya setelah pindah agama. 

“Sang ibu mengatakan dia telah kehilangan kendali karena dia tahu tak akan melihat lagi putrinya itu. Anak perempuan itu tak ingin melihat ibunya lagi,” tutur Oliver Martins pengacara dari pelaku seperti dilansir Maroco World News pada Jum’at (1/2). 

Kristen terutama katolik Roma dan Protestan dan Ortodoks timur merupakan agama dengan populasi penganut paling banyak di Belgia. Sementara terdapat sekitar 4 sampai 6,5 persen populasi Muslim di Belgia. 

Kasus Islamphobia masih terjadi di Belgia. Akhir Desember lalu, seorang wanita berkerudung diserang seorang pejalan kaki di Jalan Anderlecht. Wanita tersebut mendapat pukulan di wajahnya, sementara pelakunya melarikan diri. 

Korban meminta pihak berwenang Belgia mengusut kasus itu dan menyeret pelaku pemukulan ke meja hijau. 

Para pengguna media sosial yang menyaksikan tayangan kejadian serangan itu melalui rekaman kamera pengintai menyebut serangan itu sebagai islamofobia yang memalukan. 

Eksekutif Muslim Belgia (EMB) mengutuk keras serangan tersebut dan memberikan dukungan solidaritas kepada korban yang merupakan perempuan asal Maroko. 

Menurut data Asosiasi Anti-Islamofobia sebanyak 76 persen serangan Islamofobia pada 2017 di Belgia menargetkan perempuan. 

 

 

 

 

Sumber: Republika

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Beri Komentar
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. TerimaSelengkapnya