Harian Aceh Indonesia
HARIANACEH.co.id

Advertisement

Maruf Prihatin Masjid Dikuasai Kelompok tak Berpaham Aswaja

Kiai Ma’ruf menerangkan, kini ada gerakan yang anggap gerakan NU terlalu lembek.

HARIANACEH.co.id, DEMAK — Calon wakil presiden nomor urut 01 KH Ma’ruf Amin menyampaikan keprihatinannya atas sejumah masjid dikuasai oleh sebagian umat Islam yang tidak berhaluan ahlussunnah wal jamaah (Aswaja) seperti NU. Ia pun menyebut kondisi ini sebagai masjid telah diambil orang lain.

Advertisement

Advertisement

“Masjid diambil orang, dibawa sama paham-paham yang tidak sama dengan kita (paham Aswaja NU),” ujar Kiai Ma’ruf melalui keterangan tertulis, Selasa (5/2). 

Kiai Ma’ruf menyampaikan itu ketika berkunjung ke Pondok Pesantren Al Hidayat Krasak Temuroso, Guntur, untuk ber silaturrahim dengan ribuan santri dan puluhan ulama berpengaruh di Jawa Tengah. Kunjungan ke Demak merupakan kelanjutan dari agenda safari politiknya di Jawa Tengah setelah menyambangi Semarang dan Kendal.

Kiai Ma’ruf menerangkan, kini ada gerakan-gerakan yang menganggap bahwa gerakan NU itu terlalu lembek. Padahal, kata dia, dakwah NU itu tidak lembek atau lunak, tapi santun. 

“NU itu santun bukan lembek. Antara Lembek dan bijak. Kalau soal ormas paling ditakuti di Indonesia itu NU, karena NU anggotanya banyak. Kalau NU sudah berteriak, atau kalau baru dehem saja orang sudah gemeteran,” ucap Kiai Ma’ruf.

Dia pun menegaskan tentang kedudukan ulama di tengah-tengah masyarakat. Mustasyar PBNU ini mengatakan, ulama adalah penerus perjuangan para nabi untuk mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya. 

Selaku ulama, ia pun kini berikhtiar sebagai cawapres untuk mengantarkan umat Islam Indonesia menuju cahaya. “Dengan ulama itulah kita memperoleh bimbingan dan tuntunan karena ulama adalah pelanjut dari para nabi,” kata Kiai Ma’ruf.

Sebelum mengisi tablig akbar tersebut, Kiai Ma’ruf bersilaturahmi dengan sejumlah kiai berpengaruh di Jawa Tengah termasuk  KH. Misbahu Munir (Pengasuh Pondok Pesantren Al Hidayat, Krasak), KH. Said Asrori (Rais Syuriah PBNU),  KH. Ubaidilah Shodaqoh (Rais Syuriah PWNU Jateng), KH. Humaidi Tamyiz (Pengasuh PP Miftahul Ulum Jogoloto), KH. Ulil Albab (Pengasuh PP Sirojut Tholibin, Sarimulyo), H. Mustofa (mantan Bupati Kudus), H. Gus Nung (Pengasuh PP Hasyim Asyari, Bangsri,  Jepara), dan KH. Agus Baidlowi Misbah, (PP Al Hidayat, Krasak).

 

Sumber: Republika

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Beri Komentar
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. TerimaSelengkapnya