Rabu, 19 Februari 2020
Rabu, 19 Februari 2020

Enam rumah terbakar di dua daerah di Aceh

Banda Aceh () – Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) mengungkapkan, sebanyak enam rumah di kawasan permukiman penduduk hangus terbakar yang terletak pada dua daerah yang berbeda di Aceh, Senin (17/6).

Kepala Pelaksana BPBA, Teuku Ahmad Dadek di Banda Aceh, Selasa, mengatakan, peristiwa kebakaran permukiman penduduk ini salah satunya di nya diduga akibat korsleting listrik atau hubungan arus pendek.

“Ada empat unit ruko (rumah toko) berlokasi di Jalan Asia, Kota Panton Labu, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara karena terjadi korsleting. Sedangkan dua rumah lagi terdapat di Gampong (Desa) Dayah Daboh, Kecamatan Montasik, Aceh Besar,” terangnya.

Ia menerangkan, peristiwa terbakar keenam rumah ini termasuk satu unit gudang barang bekas yang berkonstruksi kayu dengan ukuran 3 x 3 meter terjadi di malam hingga dini hari kemarin.

BACAAN LAINNYA

Hingga kini keempat ruko itu mengalami rusak berat yang merupakan milik dua orang pedagang perabotan masing-masing dua unit, yakni Iskandar (40) dan Martunis (40). Sedangkan satu rumah permanen rusak ringan, dan gudang barang bekas mengalami rusak berat merupakan milik Nursiah (70).

“Untuk yang di Aceh Utara tidak ada korban jiwa maupun yang mengungsi, cuma korban terdampak. Kalo di Aceh Besar terdapat tiga kepala keluarga dengan sembilan orang yang menjadi korban mengungsi ke rumah kerabat terdekat,” jelas dia.

Ia mengaku, tim Bandan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara maupun BPBD Aceh Besar, TNI/Polri, dan masyarakat setempat telah membantu dalam melakukan kegiatan pemadam kebakaran.

“Petugas masih menghitung berapa kerugian, terutama barang-barang pada empat ruko di Aceh Utara,” kata Dadek.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengingatkan, saat ini cuaca di wilayah Aceh menunjukkan sudah memasuki musim kemarau.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Aceh, Zakaria Ahmad mengatakan, potensi kebakaran hutan dan lahan di provinsi ini semakin meningkat akibat intensitas hujan semakin menurun.

“Waspadai bahaya kebakaran, baik hutan dan lahan maupun kawasan padat permukiman penduduk,” katanya.

Sumber: Antara

Loading...

BERITA LAINNYA

Selanjutnya

KOMENTAR

jasa seo terbaikcheap smm panelTraffic Bot