Gimas Setiadi Harumkan Nama GRAS, Juara Harapan II Lomba Fotografi Lingkungan Hidup Sumut 2019

Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto

DELI SERDANG – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh anggota Perhimpunan Penjelajah Alam Bencana dan Konservasi Generasi Rimba Alam Semesta (GRAS).

Salah satu delegasinya, Gimas Setiadi, yang juga merupakan anggota kehormatan tenaga ahli GRAS, berhasil meraih Juara Harapan II dalam Lomba Fotografi Lingkungan Hidup bertema “Sampahku Tanggung Jawabku” tahun 2019.

Kompetisi ini diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sumatera Utara, dalam rangkaian kegiatan Peluncuran Gerakan Pilah Sampah dari Rumah Provinsi Sumatera Utara yang digelar di Taman Cadika Lubuk Pakam, Deli Serdang, Selasa (26/11/2019).

Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Provinsi Sumut, R Sabrina, menyoroti seriusnya persoalan sampah yang dihadapi masyarakat Sumut.

Ia menyebut, saat ini provinsi tersebut menghasilkan timbunan sampah sekitar ton per hari atau 3,68 juta ton per tahun, namun hanya 11 persen yang berhasil terkelola dengan baik.

“Masalah utama pengelolaan sampah ini adalah perilaku dan peran serta masyarakat yang masih rendah, sehingga terus memproduksi sampah dalam jumlah besar,” ujar Sabrina saat membuka kegiatan tersebut.

Ia menambahkan, masalah serupa juga terjadi di seluruh Indonesia. Karena itu, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) meluncurkan Gerakan Nasional Pilah Sampah dari Rumah untuk mendorong masyarakat memilah sampah sejak dari sumbernya.

“Gerakan ini sangat tepat karena 36 persen sampah berasal dari rumah tangga, 38 persen dari pasar dan perniagaan, serta 26 persen dari perkantoran dan fasilitas publik. Kita harus sadar bahwa masalah ini adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya petugas kebersihan,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Deli Serdang, Yusuf Siregar, dalam sambutannya menuturkan bahwa wilayahnya menghasilkan timbunan sampah mencapai ton per hari dari jumlah penduduk sekitar 2,15 juta jiwa.

“Tidak ada pilihan lain, kita harus mengubah cara pandang kita terkait pengelolaan sampah. Masyarakat harus ikut terlibat,” kata Yusuf.

Senada dengan itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumut, Binsar Situmorang, menjelaskan bahwa membudayakan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga menjadi langkah kunci dalam pengelolaan sampah berkelanjutan.

“Kalau sampah sudah terpilah, maka pengelolaannya akan jauh lebih mudah dan cepat. Bahkan bisa diolah menjadi barang berguna dan bernilai ekonomi,” kata Binsar.

Kegiatan yang dihadiri oleh OPD Lingkungan Hidup kabupaten/kota se-Sumut ini juga diisi dengan seminar lingkungan yang menghadirkan Wildayanti, sosok inspiratif yang dikenal sebagai “Ratu Sampah” atau miliarder sampah.

Selain itu, Pemprov Sumut turut menyerahkan bantuan tiga unit becak pengangkut sampah untuk mendukung pengelolaan sampah di Kabupaten Deli Serdang.

Rangkaian kegiatan juga dimeriahkan dengan berbagai lomba, seperti lomba fotografi lingkungan hidup, lomba kreasi dan daur ulang tingkat SMP, serta lomba menggambar dan mewarnai tingkat SD.

Semua kegiatan tersebut bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemilahan sampah dari rumah.

“Kita akan terus mendorong gerakan ini di setiap daerah. Dengan dukungan dan keseriusan Dinas Lingkungan Hidup kabupaten/kota, diharapkan kesadaran masyarakat akan semakin meningkat,” tambah Binsar.

Dalam ajang lomba fotografi tersebut, GRAS mengirimkan dua wakilnya, yakni Founder sekaligus Ketua Umum GRAS, Nurhabli Ridwan, dan Gimas Setiadi.

Para peserta diminta mengirimkan karya orisinal bertema “Sampahku Tanggung Jawabku”, yang menggambarkan aksi nyata masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, seperti kegiatan pemilahan sampah, bank sampah, pengomposan, kebersihan sungai, hingga pembuatan biopori.

Usai diumumkan sebagai juara harapan II, Gimas Setiadi mengungkapkan rasa syukur dan harapannya agar karyanya dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas.

“Alhamdulillah, saya bersyukur atas pencapaian ini. Lomba ini sangat inspiratif, dan saya berharap foto saya bisa menginspirasi aksi lingkungan, meningkatkan kesadaran publik terhadap isu-isu sampah, serta mendorong orang lain mengambil langkah positif menuju keberlanjutan,” ujar Gimas.

Keberhasilan Gimas Setiadi menjadi bagian dari semangat baru bagi GRAS dalam mendorong generasi muda peduli terhadap lingkungan dan aktif berkontribusi melalui kreativitas, edukasi, serta aksi nyata pelestarian alam.