Kamis, 20 Februari 2020
Kamis, 20 Februari 2020

Guru Besar IPB: Telur Ayam Kampung Aman Dikonsumsi Mentah

Tidak pernah ada temuan salmonella di telur ayam kampung.

BOGOR — Telur ayam ras bisa terkontaminasi kuman sejak di perut induknya. Kalau induknya terpapar salmonella plorum, ayam akan sakit dan mati. Tapi kalau salmonella enteritis, ayam tidak sakit tapi kuman bisa bersarang di organ reproduksi, menempel di kuning serta putih telur dan terbawa saat telur keluar dari tubuh ayam.

“Beda dengan ayam kampung (ayam lokal dan ayam asli Indonesia). Dia mempunyai kemampuan mengeliminasi kuman (khususnya salmonella) karena sel imunnya luar biasa.  Karenanya  tidak pernah ada temuan salmonella di telur ayam kampung,  sehingga telur ayam kampung aman dikonsumsi dalam kondisi mentah,” ujar Prof Dr Ir Niken Ulupi, Guru Besar Tetap Fakultas Peternakan, IPB University saat konferensi pers Pra Orasi di Kampus Baranangsiang, Bogor, Jawa Barat, pekan lalu.

Karena antibodi dari induk ditransfer ke telur maka telur ayam kampung akan selalu clear dari salmonella yang bersifat zoonosis (bisa menyerang manusia dan hewan). Sementara pada ayam ras, meskipun diberi pakan yang bagus tapi antibodi di dalam darahnya sedikit sehingga tidak mampu mengatasi serangan kuman dari luar.

BACAAN LAINNYA

“Bahkan ada prevalensi telur ayam ras terkena salmonella 3,12 persen. Kalau ada 100 telur maka ada telur yang terpapar salmonella. Kalau direbus tidak matang maka bisa mengakibatkan diare (ringan), tipes (sedang) atau parahnya mati. Kalau ada orang kena tipes, jarang yang curiga kalau penyebabnya bisa dari telur,” ujarnya dalam rilis yang diterima Republika.co.id.

Menurutnya, hasil penelitian menunjukkan bahwa ayam asli dan ayam lokal Indonesia memiliki kemampuan hidup pada suhu tinggi di daerah tropis, dengan pakan marjinal atau berkualitas rendah dan lingkungan tidak higienis serta biaya pemeliharaannya yang lebih murah. Ayam tersebut tetap hidup dan tetap mengalami peningkatan populasi meskipun tidak tinggi.

Ia menambahkan, secara genetik, gen HSP-70 (yang mengontrol kemampuan beradaptasi pada lingkungan panas), gen pengontrol penyakit yakni gen TLR4 (yang mengontrol ketahanan tubuh terhadap penyakit infeksi bakteri) dan gen Mx (yang mengontrol ketahanan tubuh terhadap infeksi virus) serta gen SCD yang mengontrol perlemakan daging, dapat berekspresi lebih tinggi pada ayam asli dan ayam lokal Indonesia daripada ayam ras.

“Dengan demikian, ayam asli dan ayam lokal Indonesia memiliki keunggulan tahan lingkungan panas, tahan penyakit infeksi bakteri dan virus. Daging ayam kampung memiliki lemak intramuskuler lebih tinggi dengan cita rasa yang khas namun lebih sehat. Ini karena kandungan kolesterol dan malonaldehidenya lebih rendah daripada daging yang dihasilkan ayam ras,” tambahnya.

Namun, kata dia,  keunggulan ini harus diikuti dengan peningkatan laju pertumbuhan ayam asli dan ayam lokal. Agar dapat berperan sebagai penghasil daging, ayam-ayam asli ini dapat disilangkan dengan parent stock pedaging, sehingga kecepatan pertumbuhannya meningkat.

“Inilah yang dilakukan Prof Cece Sumantri, Guru Besar Tetap Fakultas Peternakan IPB University. Ayam lokal IPB D1, rumpun baru hasil rintisan Prof Cece dan tim ini dapat dipanen di usia 12 minggu dengan bobot hidup menyamai ayam broiler umur 5 minggu (1,5 kilogram per ekor). Ayam IPB D1 ini sudah mendapatkan SK dari Kementerian Pertanian dengan nomor 693/Kpts/PK.230/M/9/2019,” terangnya.

Prof Niken menambahkan,  pengembangan ayam asli dan ayam lokal ini perlu ditangani secara industri. Industri atau perguruan tinggi atau lembaga penelitian dapat berperan sebagai breeder untuk menyediakan bibit berkualitas. Selain itu, diperlukan juga regulasi yang menjamin perlindungan terhadap semua pihak yang terlibat.

Sumber: Republika

Loading...

BERITA LAINNYA

Selanjutnya

KOMENTAR

jasa seo terbaikcheap smm panelTraffic Bot