Kamis, 20 Februari 2020
Kamis, 20 Februari 2020

Ratusan peserta ikut tes tenaga penyuluh Kemenag Abdya

Blangpidie, Aceh () – Pihak Kemenag Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menyatakan dari 204 peserta yang mendaftar calon tenaga penyuluh Agama Islam, 14 dinya tidak hadir mengikuti ujian tulis dan lisan, Minggu (8/12).

“Jumlah peserta yang mendaftar sekitar 204 orang yang mengikuti tes kemarin 190 orang. Artinya, ada 14 peserta yang tidak hadir mengikuti ujian tulis dan lisan,” kata Kepala Tata Usaha Kemenag Abdya, Tajri Bin Yakop di Blangpidie, Senin.

Menurut Tajri, penerimaan calon tenaga penyuluh non PNS di jajaran Kementerian Agama dilaksanakan kali ini dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia termasuk di Kemenag Kabupaten Abdya.

“Kalau kita lihat kuantitasnya, para pelamar saat ini tergolong banyak jika kita bandingkan perekrutan sebelumnya, seperti di Kemenag Abdya sendiri ada 204 orang mendaftar dari jumlah yang diterima sebanyak 75 orang,” katanya.

BACAAN LAINNYA

Tajri menjelaskan ada pun para peserta tes tenaga penyuluh agama mengikuti ujian khusus untuk diuji kemampuan, baik secara tulisan maupun secara lisan.

“Secara tulisan peserta harus mengisi soal yang telah disediakan panitia. Untuk tes lisan lebih kepada pengetahuan umum dan praktek ibadah,” jelasnya.

Tajri menjelaskan lagi, bagi para peserta calon penyuluh non PNS yang lulus dalam kompetisi ujian tes itu, akan ditempatkan di masing-masing kecamatan di Kabupaten Abdya.

“Hasilnya, Insya Allah akan kita umumkan dalam waktu dekat ini dalam bulan Desember 2019,” kata Tajri.

Tajri berkata, para peserta yang lulus ujian nanti akan ditempatkan di masing-masing kecamatan dengan forsi delapan orang petugas penyuluh tiap-tiap kecamatan.

Salah seorang peserta tes, Nurul ‘Ala dari Kecamatan Lembah Sabil secara terpisah mengaku sangat puas baik dengan soal maupun dengan para penguji.

“Ada 100 soal tes tulis yang diberikan panita pelaksana, ditambah dengan para penguji yang cukup berkompeten sehingga suasananya memang menegangkan dan menantang,” katanya.

Menurut Nurul ada beberapa materi yang yang ditanyakan oleh penguji di nya, mengenai, wawasan kebangsaan seperti Pancasia dan UUD 1945, Kenegaraan serta Bhineka Tunggal Ika.

“Materinya cukup menantang apalagi masalah wasasan kebangsaan ditambah dengan praktek ibadah, seperti mengaji, khutbah, ceramah dan shalat mayit,” katanya.

Sumber: Antara

Loading...

BERITA LAINNYA

Selanjutnya

KOMENTAR

jasa seo terbaikcheap smm panelTraffic Bot