Selasa, 18 Februari 2020
Selasa, 18 Februari 2020

Perusahaan Sosial Asal Inggris, Ministry of Waste Tertarik  Kelola Sampah di Subulussalam

Subulussalam – Ministry of Waste, sebuah perusahaan sosial yang bergerak di bidang pengelolaan sampah asal Inggris tertarik mengembangkan teknologi pengelolaan sampah di Kota Subulussalam, Aceh.

Atas keseriusannya, CEO Ministry of Waste, Samantha, wanita berkebangsaan Latvia menggelar pertemuan dengan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kota Subulussalam, Ade Fadly Pranata Bintang di gedung dewan setempat, kemarin Jumat, 17 Januari 2020.

Dalam pertemuan itu, keduanya sempat membahas tentang pengolahan sampah di kota London, Inggris. Di sana, sampah yang sudah dibersihkan diolah menjadi bahan baku pakaian, sepatu dan bahan baku untuk keperluan kegiatan industri lainnya. Hasil dari industri pengolahan sampah itu pun menembus pasar ekspor.

Ketua DPR Kota Subulussalam, Fadly di dalam pembicaraannya di hadapan Samantha dan timnya mengaku cukup tertarik untuk mengembangkan teknologi pengolahan sampah tersebut. Terlebih, teknologi yang digunakan akan menjadi solusi yang tepat untuk pengelolaan sampah di Kota Subulussalam.

BACAAN LAINNYA

“Permasalahan sampah di Kota Subulussalam merupakan permasalahan bersama, bukan hanya masalah pemerintah saja namun masyarakat juga harus ikut andil dalam penyelesaian permasalahan sampah,” kata politisi muda dari Partai Hanura itu.

Fadly menceritakan bahwa sampah di Subulussalam belum terkelola dengan baik, sehingga butuh ide dan komitmen untuk pengelolaan sampah khususnya sampah plastik karena plastik memiliki sifat yang sulit terdegradasi (non-biodegradable). Plastik diperkirakan membutuhkan waktu 100 sampai 500 tahun hingga dapat terdekomposisi (terurai) dengan sempurna.

Sementara, Samantha turut mengapresiasi langkah Ketua DPRK Subulussalam yang baru-baru ini telah mengeluarkan sebuah kebijakan terhadap penggunaan sampah plastik yang ia tuangkan melalui Surat Edaran tentang Pengurangan Penggunaan Sampah Plastik di Lingkungan Sekretariat DPR Kota Subulussalam.

Samantha juga menyambut baik ajakan Fadly dalam pengelolaan sampah di Subulussalam. Dia juga menawarkan mesin yang nantinya digunakan untuk pengelolaan sampah yang organik maupun non organik juga alat yang dilengkapi sensor pendeteksian kapasitas sampah pada bak penampungan sampah, nantinya apabila sampah sudah penuh pada bak penampungan maka alat akan mengirim signal kepada petugas untuk membuang sampah.

Pada pertemuan itu turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Subulussalam, Taufit Hudayat, beberapa anggota DPR Kota Subulussalam, Tim Dinas Lingkungan Hidup dan Sekwan, Abdurrahmansyah. Setelah pertemuan tersebut Ketua DPR Kota Subulussalam mengajak Samantha dan timnya untuk meninjau lokasi tempat pembuangan akhir (TPA) sampah Kota Subulussalam.[]

Loading...

BERITA LAINNYA

Selanjutnya

KOMENTAR

jasa seo terbaikcheap smm panelTraffic Bot