Selasa, 18 Februari 2020
Selasa, 18 Februari 2020

Aktuaria Jadi Prodi Favorit Baru

Aktuaria adalah ilmu tentang pengelolaan risiko keuangan di masa yang akan datang.

JAKARTA — Ketua Pelaksana Eksekutif Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), Budi Prasetyo Widyobroto mengatakan, tahun ini tren program studi favorit yang menjadi pilihan calon mahasiswa belum bergeser dari tahun-tahun sebelumnya. Namun dalam 2-3 tahun terakhir ini ada program studi (prodi) yang tergolong baru, dengan peminat yang tinggi, yaitu aktuaria.

“Aktuaria itu sudah jadi (prodi) favorit. Jumlah pendaftarnya tinggi,” ujar Budi.

Aktuaria merupakan gabungan antara akuntansi dengan matematika. Sifatnya bicara data, banyak statistik, kemudian memprediksi. Aktuaria banyak digunakan untuk asesmen asurasi, dan sebagainya.

BACAAN LAINNYA

Tidak ada Konten yang Tersedia

Aktuaria adalah ilmu tentang pengelolaan risiko keuangan di masa yang akan datang. Ilmu aktuaria merupakan kombinasi antara ilmu tentang peluang, matematika, statistika, keuangan, dan pemrograman komputer.

Beberapa perguruan tinggi yang sudah membuka program studi aktuaria antara lain Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Universitas Padjadjaran (Unpad). Dalam Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) yang diselenggarakan LTMPT , prodi aktuaria masuk ke dalam kelompok ujian Sains dan Teknologi (Saintek).

Sementara untuk program studi yang sudah lama dikenal masyarakat dan masih menjadi favorit, trennya belum bergeser. Di Kelompok Saintek, misalnya, Budi menuturkan, prodi Kedokteran dan Teknologi Informasi masih menjadi favorit. Selain itu bidang teknik juga masih diminati banyak calon mahasiswa, seperti Teknik Industri, Teknik Sipil, dan Teknik Elektro.

Budi Prasetyo menambahkan, prodi favorit di Kelompok Sosial dan Humaniora (Soshum) relatif belum bergeser dari ilmu ekonomi, seperti manajemen dan akuntansi. Kemudian di bidang sosial dan ilmu politik, prodi favorit yaitu hubungan internasional, komunikasi, hukum, dan psikologi.

Menurut Budi, pada dasarnya semua program studi bagus. Namun setiap individu atau lulusannya harus punya nilai tambah agar memiliki keunggulan dibanding yang lain. Ia mencontohkan salah satu bidang strategis yang dimaksud yaitu sastra nusantara.

“Kalau diikuti soft skills-nya , ditambah belajar bahasa Inggris sendiri, kemudian bisa menari dan sebagainya, akan memiliki nilai tambah. Saya punya adik-adik binaan yang mengambil Sastra Nusantara. Begitu lulus, dia kerja di luar negeri, di kantor-kantor kedutaan, karena dia bisa memiliki nilai lebih, ada nilai budaya,” kata dia.

Sumber: Republika

Loading...

BERITA LAINNYA

Selanjutnya

KOMENTAR

jasa seo terbaikcheap smm panelTraffic Bot