Rabu, 19 Februari 2020
Rabu, 19 Februari 2020

Siapa yang Lebih Rentan Terinfeksi Virus Korona? Ini Penjelasan Ahli Medis

Sudah tiga minggu sejak pemerintah China mengumumkan wabah virus korona Wuhan. Lebih dari 600 orang dilaporkan terinfeksi dan 17 di antaranya meninggal

Para ahli medis mengklaim bahwa virus korona Wuhan atau 2018-nCoV ini penyebarannya dimulai dari hewan dan makanan laut yang dijual di pasar Wuhan. Buntut dari kasus ini, sejumlah negara diduga telah terpapar virus tersebut termasuk Amerika Serikat. Virus korona Wuhan juga diklaim dapat menular antar manusia.

Menanggapi kasus virus korona di Kota Wuhan, China, para ahli medis telah melakukan analisa terkait arketipe fisiologis dan kelompok umur apa saja yang memiliki risiko paling terbesar terinfeksi virus ini.

Menurut penjelasan Dr. Debra Chew, Assistant Professor of Medicine di Rutgers New Jersey Medical School, besar atau tidaknya risiko seseorang terjangkit virus korona Wuhan tergantung pada epidemiologi exposure.

BACAAN LAINNYA

“Risiko penularan virus didasari dari epidemiologic exposure, artinya orang-orang yang tinggal atau baru saja mengunjungi Wuhan dan daerah di sekitarnya memiliki risiko yang lebih tinggi. Dan kasusnya memiliki potensi tersebar luas hingga tingkat global,” terang Dr. Debra Chew, seperti dikutip Okezone dari Foxnews, Jumat (24/1/2020).

Chew menambahkan, belum diketahui secara pasti apakah wanita hamil memiliki risiko yang lebih tinggi dibandingkan yang lain. Namun, ia mengonfirmasi bahwa anak muda atau seseorang yang memiliki daya tahan tubuh rendah, dapat mengalami reaksi akut bila terpapar virus korona Wuhan.

“Semuanya belum pasti. Tapi yang kami tahu, anak muda, orangtua, dan mereka yang memiliki daya tahan tubuh yang rendah, kemungkinan besar terinfeksi dengan kondisi yang lebih parah,” tegas Chew.

Deteksi Virus Korona

Meski virus korona Wuhan diklaim memiliki masa inkubasi, Chew mengatakan belum mengetahui secara pasti waktu yang dibutuhkan untuk virus itu bermutasi. Namun, ia mengestimasikan waktunya selama kurang lebih 5 hari, sejak seseorang terinfeksi virus tersebut.

“Secara umum, virus korona Wuhan masuk dalam keluarga virus yang memiliki masa inkubasi cepat hingga 5 hari. Tapi kasus terbaru di Wuhan memang terbilang unik karena masa inkubasinya tidak konsisten,” jelasnya.

Hingga saat ini, CDC dan WHO terus melakukan investigasi untuk mengetahui lebih lanjut tentang penyebaran dan karakteristik dari virus korona Wuhan. Pasalnya, sebagian besar gejala yang ditimbulkan terbilang ringan seperti penyakit flu biasa.

Namun, jenis virus korona lain seperti SARS dan MERS justru dapat menyebabkan pneumonia yang berujung pada kematian.

(hel)

Sumber: Okezone

Loading...

BERITA LAINNYA

Selanjutnya
Kapolres: Tidak boleh ada yang menghambat bongkar muat tiang pancang di Pelabuhan Calang