Rabu, 19 Februari 2020
Rabu, 19 Februari 2020

Suasana Imlek di Singkawang Berasa di Tiongkok

TAHUN Baru Imlek merupakan perayaan terpenting warga Tionghoa di penjuru dunia. Perayaan tahun baru Imlek dimulai pada hari pertama bulan pertama pada penanggalan Tionghoa dan berakhir dengan Cap Go Meh (Capgome).

Bagi Anda yang ingin merasakan sensasi merayakan tahun baru Imlek di luar negeri seperti di Tiongkok atau Beijing, tak perlu pergi jauh-jauh dan menghabiskan uang cukup besar. Anda cukup datang ke Kota Singkawang, Kalimantan Barat.

Di kota yang dijuluki Kota Seribu Kelenteng ini, Anda bisa melihat langsung ornamen, replika serta hiasan lainnya seperti di negara-negara besar yang banyak populasi warga Tionghoa lainnya. Banyak juga spot foto instagrammable yang tak kalah indah di luar negeri.

Salah satunya dapat ditemui di pusat kota. Ada kelenteng tua atau vihara Vihara Tri Dharma Bumi. Lokasinya persis di tengah-tengah kota dan tak jauh dari Masjid Raya Singkawang. Di kelenteng ini, pasti ramai dikunjungi warga Tionghoa setiap kali ada perayaan. Ada yang datang dari jauh-jauh untuk sembahyang di kelenteng tua ini.

BACAAN LAINNYA

Singkawang tulisan

Tak hanya itu, di lokasi ini juga ramai disambangi setiap orang dari berbagai kalangan yang berkunjung ke Kota Singkawang. Ada daya tarik bagi warga untuk mengabadikan momen di lokasi ini. Selain kelentengnya tua, background Masjid Raya Singkawang juga dapat terekam dalam frame kamera. Seperti yang dilakukan satu diantara wisatawan, Welly Rezmilia Putri.

Kelenteng saat Imlek

“Saya dari Kabupaten Kubu Raya. Kemarin sampai ke sini sama teman-teman. Ke sini cuma pengen menikmati suasana Imlek di Kota Singkawang. Memang seperti di luar negeri,” ujar saat ditemui usai berfoto-foto di kelenteng tua, Jumat (24/1/2020) malam.

Menurut perempuan 19 tahun yang kuliah di Universitas Tanjungpura Pontianak ini, Kota Singkawang sangat indah dan menjunjung tinggi rasa toleransi. “Ya wajar kalau mendapat predikat Kota Tertoleran. Apalagi tadi, saat umat muslim menunaikan ibadah salat, tak ada kegiatan di kelenteng tua ini. Setelah itu baru ada kegiatan. Seperti kemarin sore, lepas ashar baru ada ritual buka mata naga,” ucapnya.

Imlek berasa di Tiongkok

Kemudian, lokasi lainnya yang mirip dengan luar negeri juga dapat ditemui di pemukiman sekitar vihara-vihara. Seperti di Jalan Natuna, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat. Ada permukiman di lingkungan vihara Yayasan Fab Zhu Kung Singkawang. Sepanjang pemukiman ini, dihiasi ornamen dan hiasan seperti di Tiongkok. Lampion-lampion dan replika bunga Mehwa menemani perjalanan menuju pemukiman ini.

“Ada 2.000 lampion yang kami pasang di kawasan ini. Kami menghias lingkungan dan vihara ini untuk menyambut dan menyemarakkan perayaan tahun baru Imlek dan Capgome,” ujar Abhui, pengurus Yayasan Fab Zhu Kung Singkawang.

Imlek di Singkawang

Kemudian Lapangan Kridasana di Jalan Kridasana juga dijadikan pusat kegiatan Perayaan Imlek 2571 dan Capgome 2020 du Singkawang. Nah, di lokasi ini banyak terdapat ornamen dan hiasan seperti di Tiongkok. Kalau masuk ke lokasi ini, berasa di Tiongkok. Apalagi ada replika pagoda terbesar yang mendapat pengharaan dan memecahkan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Ketua Harian Perayaan Imlek 2571 dan Festival Capgome 2020 Singkawang, Tjhai Leonardi mengatakan, Pagoda Raksasa yang perdana dibuat pada tahun ini memiliki filosofi tersendiri.

“Ada satu ikon yang berbeda, yakni Pagoda Raksasa. Ada filosofinya, yakni tahun 2020 maka tingginya 20,20 meter. Puncak tertinggi pagoda ini adalah bendera merah putih. Bahwa budaya Imlek Capgome untuk menghargai, dan NKRI harga mati,” ujarnya.

Menurutnya, perayaan pada tahun Tikus Logam ini banyak yang berbeda. Bahkan, memecahkan rekor atau tercatat dalam MURI.

“Panitia membuat acara yang sangat berbeda dari tahun sebelumnya. Dari hiasan kota saja, sudah berbeda. Lampion lonjong dan besar serta didatangkan dari luar untuk menghiasi sepanjang jalan protokol. Ini menandakan suatu perubahan,” ucapnya.

Bagaimana, apakah Anda tertarik mengunjungi Kota Singkawang? Tenang, suasana ini masih akan berlangsung hingga Capgome nanti. Yakni hari ke-15 setelah Imlek. Banyak seni budaya yang bakal disuguhkan ke warga. Ada Pawai Lampion, Naga, Tatung dan atraksi serta penampilan multi etnis.

Sumber: Okezone

Loading...

BERITA LAINNYA

Selanjutnya

KOMENTAR

jasa seo terbaikcheap smm panelTraffic Bot