Selasa, 18 Februari 2020
Selasa, 18 Februari 2020

Epidemi Virus Wuhan Diperkirakan 10 Kali Lebih Buruk dari SARS

BADAN Kesehatan Dunia (World Health Organitation/WHO) belum melihat bahwa virus korona belum terlalu masif untuk diberlakukan sebagai kondisi darurat kesehatan global. Status darurat kesehatan global tergolong langka, dan baru diterbitkan sebanyak lima kali dalam sejarah.

Status darurat kesehatan global (PHEIC) mengacu pada “peristiwa luar biasa” yang berdampak pada kesehatan publik. Untuk kasus wabah virus korona di China, WHO sempat diisukan akan menerbitkan PHEIC meski kemudian batal, menyusul minimnya pengetahuan terkait penyebaran virus mematikan tersebut.

Seorang ahli virologi terkemuka Tiongkok pun memperingatkan bahwa epidemi virus korona Wuhan bisa 10 kali lebih buruk dari wabah Sars yang menewaskan hampir 800 orang di seluruh dunia pada 2002-2003.

Adalah Guan Yi, direktur Laboratorium China Penyakit Menular di Universitas Hong Kong, yang mengatakan dalam sebuah wawancara dengan majalah Caixin setelah kunjungan singkat ke kota China, meskipun pemerintah telah mengisolasi kota tersebut.

BACAAN LAINNYA

“Perkiraan konservatif saya adalah bahwa epidemi ini dapat berakhir setidaknya 10 kali skala Sars,” tuturnya seperti dilansir dari SCMP, Minggu (26/1/2020).

Angka dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat selama wabah Sars, yang juga disebabkan oleh virus korona, 8.098 orang jatuh sakit di seluruh dunia dan 774 meninggal. Di China ada 5.327 kasus dan 348 kematian, dan di Hong Kong, 1.755 kasus dan 298 kematian.

Sementara virus Korona baru, yang dinamakan 2019-nCoV oleh WHO, telah memakan korban hingga 56 orang. Wuhan pun telah bertanggung jawab atas semua kematian dan ada 444 kasus dari 571 kasus yang dikonfirmasi berasal di China daratan.

12 kasus lainnya dilaporkan di Thailand, Korea Selatan, Jepang, Amerika Serikat, dan kota-kota Hong Kong dan Makau.

semua kematian dan ada 444 kasus dari 571 kasus yang dikonfirmasi berasal di China daratan.

Guan pun melihat, salah satu alasan untuk prediksi tersebut adalah bahwa pihak berwenang di Wuhan telah melewatkan kesempatan terbaik mereka untuk menahan penyebaran penyakit ini.

Meskipun larangan bepergian telah diperkenalkan di kota itu pada Kamis pagi, “waktu emas” untuk menahan virus telah berlalu, karena sebagian besar orang yang bepergian pulang untuk liburan Tahun Baru Imlek sudah pergi.

“Mereka mungkin telah berhubungan dengan pasien yang masih dalam tahap inkubasi ketika mereka meninggalkan Wuhan. Mereka mungkin pembawa virus saat bepergian,” katanya.

Guan memperkirakan wabah akan memuncak selama akhir pekan, karena virus memiliki masa inkubasi sekira delapan hari. Dia juga mengatakan bahwa bukti penting yang bisa digunakan untuk melacak sumber virus telah dihancurkan, ketika pasar makanan laut di Wuhan, dicuci bersih.

Sumber: Okezone

Loading...

BERITA LAINNYA

Selanjutnya

KOMENTAR

jasa seo terbaikcheap smm panelTraffic Bot