Rabu, 19 Februari 2020
Rabu, 19 Februari 2020

Buang Air Kecil Secara Duduk Untungkan Pria Penderita Pembengkakan Prostat

Di kebanyakan kebudayaan, anak laki-laki diajarkan untuk buang air kecil berdiri. Sementara anak perempuan dalam posisi duduk.

Tetapi pandangan mengenai buang air kecil ini sekarang dipertanyakan pejabat kesehatan di sejumlah negara. Dalam beberapa kasus, sejumlah alasan yang diberikan untuk mempertimbangkan cara buang air kecil laki-laki berdasarkan kesehatan dan kebersihan. Namun pihak yang lainnya juga memperhatikan masalah persamaan hak.

 

Bagi kebanyakan laki-laki, buang air kecil berdiri memang lebih mudah. Di samping juga cepat dan praktis. Laki-laki keluar dan masuk wc umum dengan cepat, sehingga tidak ada antrean.

BACAAN LAINNYA

Alasannya laki-laki dapat dengan cepat buang air kecil tanpa harus menanggalkan beberapa lapis pakaian. Selain itu wc berdiri memakan ruang lebih kecil dibandingkan bilik, maka lebih banyak yang dapat ditempatkan.

Tetapi sejumlah situs mengisyaratkan posisi tubuh saat kencing juga dapat mempengaruhi volume arus air seni.

Air seni dikeluarkan dari ginjal, yang menyaring sisa-sisa metabolisme. Urine kemudian disimpan di kandung kemih, yang memungkinkan kita melakukan kegiatan sehari-hari dan tidur di malam hari tanpa perlu terlalu khawatir karena harus selalu ke wc.

Kandung kemih memiliki kapasitas maksimum antara 300 ml dan 600 ml. Kita cenderung buang air kecil sudah terisi dua pertiganya.

Untuk dapat sepenuhnya mengosongkan kandung kemih, kita memerlukan sistem kontrol syaraf yang sehat, yang menyadarkan kita kapan perlu buang air kecil dan menahan urine jika kita belum bisa kencing.

Begitu terasa nyaman, otot dasar pelvis dan otot kandung kemih yang mengelilingi uretra, akan mengendor. Kandung kemih kemudian berkontraksi dan mengosongkan urine ke uretra dan ke luar tubuh.

Kajian tersebut membandingkan laki-laki sehat dan laki-laki dengan gejala masalah sistem kencing bagian bawah (LUTS), atau gejala prostat.

Bagi laki-laki dengan LUTS, posisi duduk akan mengurangi tekanan di daerah uretra dan membuat proses buang air kecil lebih nyaman dan cepat. Tetapi bagi laki-laki sehat, tidak terdapat perbedaan antara posisi berdiri dan duduk saat buang air kecil.

Seperti dilansir dari BBC, seseorang yang sehat seharusnya tidak memaksa dirinya untuk buang air kecil. Tetapi kadang-kadang laki-laki mengalami masalah yang dapat menimbulkan persoalan kencing untuk sementara waktu.

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan terbitan ilmiah Plos One, laki-laki dengan pembengkakan prostat yang menghambat jalur urine, malah diuntungkan posisi kencing duduk.

Sumber: Okezone

Loading...

BERITA LAINNYA

Selanjutnya

KOMENTAR

jasa seo terbaikcheap smm panelTraffic Bot