5 Makanan yang Dianggap tak Sehat tapi Ternyata Menyehatkan

  • Bagikan
Ketika Kacang Dibuat Menjadi Selai Kacang, Kandungan Nutrisinya Bisa Menurun.
Print Friendly, Pdf &Amp; Email

Sebagian orang menilai selai kacang tak baik dikonsumsi karena kandungan lemaknya.

JAKARTA — Ada beragam makanan populer yang memiliki reputasi kurang baik bagi kesehatan. Padahal, sebagian di antara makanan-makanan tersebut sebenarnya sehat untuk dikonsumsi.


Setidaknya ada lima makanan yang seringkali dianggap tak sehat namun sebenarnya cukup baik untuk dikonsumsi. Berikut ini adalah kelima makanan tersebut, seperti dilansir NDTV, Rabu (31/3):


1. Taco


Makanan khas Meksiko ini sebenarnya cukup sehat dan rendah kalori. Sehat atau tidaknya sajian taco akan sangat bergantung pada bahan-bahan makanan yang menjadi isiannya. Isian yang sehat seperti sayuran segar, saus, dan protein sehat dapat membuat taco menjadi makanan yang sehat dan seimbang.


2. Kentang


Makanan yang satu ini sering kali dipandang negatif. Padahal, kentang juga bisa menjadi sajian makanan yang sehat dengan cara pengolahan yang tepat. Hindari cara memasak dengan digoreng atau deep fried dan coba beralih untuk cara pengolahan seperti direbus atau dipanggang. Sajian kentang yang sehat dapat memberikan perasaan kenyang yang lebih lama.


3. Popcorn


Berbeda dengan pandangan kebanyakan orang, popcorn sebenarnya merupakan camilan yang sehat dan rendah kalori. Akan tetapi, pastikan bumbu dan bahan-bahan tambahan yang digunakan juga menyehatkan. Hindari penggunaan mentega, garam, atau gula yang berlebihan pada sajian popcorn.


4. Dark Chocolate


Mengonsumsi dark chocolate secukupnya jauh dari kata tak sehat. Kakao pada dark chocolate justru dapat menjadi sumber serat yang baik.


5. Selai kacang


Sebagian orang menilai selai kacang tak baik dikonsumsi karena kandungan lemaknya. Padahal, lemak di dalam selai kacang merupakan lemak sehat. Selain itu, selai kacang juga diketahui tinggi protein.


Akan lebih baik untuk memilih produk selai kacang alami. Pastikan pula selai kacang tidak dikonsumsi secara berlebihan.

Sumber: Republika

  • Bagikan