Sabtu, 20/04/2024 - 17:43 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

ACEH

Petani Milenial Pasarkan Kopi Hingga 100 Ton ke Pasar Dunia

ADVERTISEMENTS

Fikri memang bertekad dapat memasarkan kopinya di pasar dunia.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat dan Sukses atas Pelantikan Reza Saputra sebagai Kepala BPKA

 JAKARTA — Petani milenial dari Pangalengan, Jawa Barat, Fikri Raihan, berhasil memasarkan kopi hasil panen dari kebun miliknya dan kebun milik petani lainnya di kampung halamannya ke pasar dunia dengan ekspor mencapai 100 ton per tahun.

ADVERTISEMENTS
Manyambut Kemenangan Idul Fitri 1445 H dari Bank Aceh Syariah

“Pemasaran kopi ke pasar dunia mulai 2015 ke Australia dan terus berkembang ke Eropa dan Amerika. Saat ini volume penjualannya mencapai 100 per tahun,” kata Fikri Raihan saat dihubungi melalui telepon selulernya, Jumat (13/5/2022).

ADVERTISEMENTS

Fikri menyatakan ingin terus mengembangkan usahanya melalui peningkatan kolaborasi dengan para petani di Jawa Barat hingga ke luar Jawa Barat.

Alumni IPB University ini menuturkan, ia mulai menanam kopi pada 2011 dan mulai panen pada 2014. “Saya berupaya mengelola kebun kopi dengan baik, mulai dari pemilihan bibit hingga perawatan, dan ternyata setelah panen hasil kopinya juga baik,” kata Fikri.

Berita Lainnya:
FAO: Pemuda Berperan Penting dalam Transformasi Agrifood System

Hasil panen kopinya pada 2015 mendapat pembeli dari Warga Negara Indonesia (WNI) yang domisili di Australia dan memasarkan produk kopinya di benua tersebut. Fikri menuturkan dia mendapat pembeli dari Australia karena memang memiliki tekad dapat memasarkan kopinya di pasar dunia.

ADVERTISEMENTS
Mudahkan Hidup Anda!, Bayar PBB Kapan Saja, Di Mana Saja! - Aceh Singkil

Karena itu, setelah lulus dari IPB pada 2013 Fikri mendirikan badan hukum CV Frinsa Agro Lestari di Pangalengan, Jawa Barat, untuk pengembangan usaha. Anak petani kentang itu juga rajin mengirim sampel pada lomba-lomba cita rasa kopi untuk mengetahui kualitas, cita rasa, dan posisi kopinya berada di mana.

Pada 2016, Fikri mengirimkan lagi dua sampel kopinya pada lomba cita rasa kopi di Atlanta, Georgia, Amerika Serikat. “Alhamdulillah, ternyata dua sampel itu masuk dalam 20 besar, yakni berada di peringkat kedua dan ke-17,” katanya.

Berita Lainnya:
Pertanian Cerdas Tingkatkan Produktivitas Hingga Dua Kali Lipat

BerikutnyaFikri atas sponsor dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengikuti lomba cita rasa kopi, teh, dan coklat, di Hamburg, Jerman. “Pada lomba itu saya bertemu dengan pengusaha kopi Eropa dari Norwegia, yang tertarik dengan cita rasa kopi Frinsa,” kata dia.

Pengusaha kopi Eropa itu kemudian sepakat membeli kopi dari Frinsa secara rutin dalam partai besar. “Sampai sekarang, saya masih rutin mengirimkan kopi kepada pengusaha itu untuk pasar Eropa,” kata dia.

Selain ke pasar Eropa, menurut Fikri, dirinya juga mendapat pembeli dari Amerika Serikat, dari beberapa negara lain seperti Selandia Baru, Jepang, Korea Selatan, Eni Emirat Arab, dan bahkan Afrika Selatan. “Volume penjualannya mencapai 100 ton per tahun,” ungkap Fikri.


 

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi