Selasa, 21/05/2024 - 07:53 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

EROPAINTERNASIONAL

NATO Ingatkan Perang di Ukraina Dapat Berlangsung Lama

Pasokan senjata canggih akan meningkatkan peluang membebaskan Donbas dari Rusia

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak

BERLIN–Organisasi Pertahanan Atlantik Utara (NATO) memperingatkan bahwa perang di Ukraina dapat berlangsung lama. Hal ini diungkapkan  Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg ketika Rusia semakin meningkatkan serangannya usai rekomendasi Uni Eropa tentang keanggotaan Kiev.

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan


“Kita harus bersiap menghadapi kenyataan bahwa itu bisa memakan waktu bertahun-tahun. Kita tidak boleh menyerah dalam mendukung Ukraina,” kata Stoltenberg kepada Germany Bild Newspaper pada Ahad (19/6/2022).


“Bahkan jika biayanya tinggi, tidak hanya untuk dukungan militer, juga karena kenaikan harga energi dan pangan,” imbuhnya.


Stoltenberg mengatakan pasokan persenjataan mutakhir untuk pasukan Ukraina akan meningkatkan peluang untuk membebaskan wilayah timur Donbas dari kendali Rusia. Sementara itu Perdana Menteri Inggris Boris Johnson juga menyinggung tentang persiapan bakal terjadinya perang yang panjang.

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh


Menurutnya, hal ini berarti memastikan Ukraina menerima senjata, peralatan, amunisi, dan pelatihan lebih cepat daripada penyerang. “Waktu adalah faktor vital,” tulis Johnson dalam sebuah opini di Sunday Times London. “Semuanya akan tergantung pada apakah Ukraina dapat memperkuat kemampuannya untuk mempertahankan tanahnya lebih cepat daripada Rusia dapat memperbarui kapasitasnya untuk menyerang.”

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action
Berita Lainnya:
MUI Desak ICC Segera Keluarkan Surat Penangkapan Netanyahu


Ukraina menerima dorongan signifikan pada Jumat (17/6/2022) ketika Komisi Eropa merekomendasikannya untuk status kandidat. Keputusan ini memang diharapkan akan disetujui oleh negara-negara Uni Eropa pada pertemuan puncak minggu ini.  Ini juga akan menempatkan Ukraina di jalur untuk mewujudkan aspirasi yang terlihat di luar jangkauan sebelum invasi Rusia 24 Februari, bahkan jika keanggotaan bisa memakan waktu bertahun-tahun.


Sementara itu, di medan perang, militer Ukraina melaporkan serangan intensif Rusia terhadap posisinya di kota-kota timur Kharkiv, Izyum, dan Severodonetsk. Wilayah Severodonetsk merupakan target utama dalam serangan Moskow untuk merebut kendali penuh atas wilayah timur Luhansk di wilayah Donbas.

ADVERTISEMENTS


Wilayah itu dilaporkan berada di bawah tembakan artileri berat dan roket. Namun militer Ukraina mengatakan, seragan Rusia untuk membangun kendali penuh atas kota itu tetap tidak berhasil.

ADVERTISEMENTS


Namun, pihak militer Ukraina mengakui bahwa pasukannya mengalami kemunduran militer di pemukiman dekat Metolkine. “Sebagai akibat dari tembakan artileri dan serangan, musuh berhasil sebagian di desa Metolkine, mencoba untuk mendapatkan pijakan,” kat Militer Ukraina dalam sebuah posting Facebook pada Sabtu malam seperti dikutip laman Aljazirah, Ahad.


Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan dia telah mengunjungi tentara di garis depan selatan di wilayah Mykolaiv, sekitar 550 km selatan Kiev. “Saya berbicara dengan pembela kami, militer, polisi, Garda Nasional,” katanya dalam sebuah video di aplikasi pesan Telegram pada Ahad ang tampaknya telah direkam di kereta yang melaju.

Berita Lainnya:
Menhan Israel Ancam Mundur Jika Operasi Tumbangkan Hamas di Gaza Gagal Diadopsi


“Suasana hati mereka terjamin: mereka semua tidak meragukan kemenangan kita,” kata Zelenskiy. “Kami tidak akan memberikan selatan kepada siapa pun, dan semua milik kami akan kami ambil kembali.”


Zelenskiy sering berada di Kiev sejak Rusia menginvasi, meskipun dalam beberapa pekan terakhir ia telah melakukan kunjungan mendadak ke Kharkiv dan dua kota timur dekat pertempuran. Salah satu tujuan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam memerintahkan pasukan ke Ukraina adalah untuk menghentikan ekspansi ke timur dari Aliansi Perjanjian Atlantik Utara dan menjaga tetangga selatan Moskow di luar lingkup pengaruh Barat.


Namun perang yang telah menewaskan ribuan orang dan membuat kota menjadi puing-puing hingga membuat jutaan orang mengungsi, memiliki efek sebaliknya. Yakni meyakinkan Finlandia dan Swedia untuk bergabung dengan NATO dan membantu membuka jalan bagi tawaran keanggotaan UE untuk Ukraina.


 


 


sumber : reuters

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS
1 2

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi