Kamis, 25/04/2024 - 01:59 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

EKONOMIFINANSIAL

Bank Dunia: Sektor Keuangan RI Masih Rentan Terhadap Risiko Global

ADVERTISEMENTS

Pemerintah RI memiliki tiga peluang untuk mengatasi risiko di sektor keuangan.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat Memperingati Hari Kartini dari Bank Aceh Syariah
ADVETISEMENTS
Ucapan Belasungkawa Zakaria A Rahman dari Bank Aceh

 JAKARTA — Bank Dunia menilai sektor keuangan Indonesia saat ini masih rentan terhadap risiko global, relatif kecil, dan mahal. Sehingga menjadi kekurangan struktural yang menghambat pembangunan sektor tersebut.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat dan Sukses atas Pelantikan Reza Saputra sebagai Kepala BPKA


“Namun sektor keuangan Indonesia telah menunjukkan fundamental makro keuangan yang solid selama masa pandemi Covid-19,” ujar Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste Satu Kahkonen dalam acara Peluncuran Laporan “Indonesia Economic Prospects June 2022” yang dipantau secara daring di Jakarta, Rabu (22/6/2022).

ADVERTISEMENTS
Manyambut Kemenangan Idul Fitri 1445 H dari Bank Aceh Syariah


Dengan demikian, ia menuturkan pembuat kebijakan memiliki tiga peluang untuk mengatasi risiko dan kendala yang ada dalam sektor keuangan di tanah air.Peluang pertama adalah meningkatkan permintaan dan penawaran sektor keuangan yang membutuhkan perluasan sumber pendanaan dengan menumbuhkan basis investor institusional dan memastikan akses ke layanan keuangan digital.

ADVERTISEMENTS
Berita Lainnya:
Rachmat Gobel: Program Magang Buka Peluang Kerja yang Inklusif


Hal tersebut, kata Satu, pada gilirannya akan memungkinkan peminjaman dan penggunaan jasa keuangan, serta akan memfasilitasi pengembangan instrumen keuangan hijau baru untuk mendukung transisi rendah karbon.Selanjutnya peluang kedua yang dimiliki otoritas adalah meningkatkan alokasi sumber daya melalui sektor keuangan.

ADVERTISEMENTS
Mudahkan Hidup Anda!, Bayar PBB Kapan Saja, Di Mana Saja! - Aceh Singkil


“Layanan keuangan digital yang luas, promosi persaingan di sektor perbankan, dan pembentukan infrastruktur keuangan yang sehat, menjadi kunci yang dapat membantu menyalurkan tabungan ke dalam investasi yang paling produktif dengan cara yang lebih murah, cepat, aman, dan transparan,” ungkapnya.


Ia melanjutkan peluang ketiga yang dimiliki para pembuat kebijakan di Indonesia adalah memperkuat kapasitas sektor keuangan untuk menahan guncangan finansial dan nonfinansial.Langkah tersebut penting bagi sektor keuangan untuk mengalokasikan sumber daya secara efisien, menilai dan mengelola risiko, serta mendukung sektor riil yang merupakan tugas sektor keuangan.

Berita Lainnya:
Korsel Buat Perjanjian Sediakan Dana Kerja Sama Ekonomi untuk Ukraina


Kekuatan regulasi keuangan termasuk pengawasan terintegrasi dan perlindungan hukum pengawas, serta kerangka kesiapsiagaan dan resolusi krisis penting untuk memastikan stabilitas sektor keuangan di Indonesia.Lebih lanjut, Satu mengatakan guncangan terkait iklim yang sangat rentan terjadi di Indonesia juga dapat menimbulkan risiko terhadap stabilitas sektor keuangan dan memerlukan manajemen risiko yang memadai.


Untuk mengoperasionalkan ketiga peluang tersebut, reformasi perlu difokuskan pada peningkatan kedalaman, peningkatan efisiensi, dan penguatan ketahanan sistem keuangan.”Dalam perekonomian modern, sektor keuangan dianggap sebagai tulang punggung perluasan kegiatan ekonomi. Jika tidak segera diatasi, maka akan menyeret pertumbuhan ekonomi,” tegas Satu.


 


sumber : Antara

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi