IndonesianArabicEnglishRussianGermanChinese (Simplified)JapaneseTurkish

Serangan Rusia ke Odesa Dianggap Hinaan ke PBB dan Turki

Wanita Mali menyaring gandum di ladang dekat Segou, Mali tengah, 22 Januari 2013. Pada tahun 2022, Keluarga di seluruh Afrika membayar sekitar 45% lebih banyak untuk tepung terigu karena perang Rusia di Ukraina menghalangi ekspor dari Laut Hitam.
Bagikan

Bagikan Artikel Ini

atau salin tautannya

“Rudal Rusia merupakan ludahan (Presiden Rusia) Vladimir Putin ke wajah (Sekretaris Jenderal PBB Antonio) Guterres dan Presiden Turki Tayyip Erdogan,” kata Nikolenko di Facebook. Kesepakatan untuk meredakan krisis pangan dunia itu ditengahi PBB dan Turki. Juru bicaranya mengatakan Guterres dengan keras mengecam serangan Rusia di Odesa. Sementara Kementerian pertahanan Turki mengatakan pada Ankara pemerintah Rusia mengaku Moskow “tidak ada kaitannya” dengan serangan itu.

“Rusia memberitahu kami mereka jelas tidak ada hubungannya dengan serangan ini, faktanya insiden ini terjadi tepat setelah perjanjian kami buat kemarin benar-benar mengkhawatirkan kami,” kata Menteri Pertahanan Turki Hulusai Akar dalam pernyatannya.

BACA JUGA:
China Perketat Keamanan di Sejumlah Kota Menyusul Protes Meluas

Kementerian Pertahanan dan militer Rusia tidak menyinggung serangan ke Odesa di siaran pers mereka pada Jumat sore. Kementerian pertahanan juga tidak menanggapi permintaan komentar.

Sebagai bagian dari pertahanan perang Ukraina memiliki tambang di perairan pelabuhan Odesa. Tapi berdasarkan perjanjian terbaru pilot-pilotnya dapat memandu kapal-kapal untuk berlayar di jalur aman.

BACA JUGA:
Jerman Permudah Syarat Jadi Warga Negara

Pusat Komando Gabungan yang dikelola empat anggota pihak yang menyepakati perjanjian akan memantau kapal-kapal Laut Hitam yang transit ke Selat Bosphorus, Turki dan menuju pasar dunia. Semua pihak sepakat tidak boleh ada serangan ke entitas-entitas ini.

Moskow membantah bertanggung jawab atas krisis pangan dan menyalahkan sanksi-sanksi Barat yang menurut mereka telah memperlambat ekspor pangan dan pupuk. Rusia juga menyalahkan tambang Ukraina di dekat pelabuhan.

Rusia memblokade pelabuhan Ukraina di tepi Laut Hitam sejak invasi 24 Februari lalu. Puluhan juta ton gandum dan kapal terjebak di pelabuhan itu.

Sumber: Republika

0
senang
Senang
0
sedih
Sedih
0
marah
Marah
0
waduh
Waduh
0
sakit
Sakit
Serangan Rusia ke Odesa Dianggap Hinaan ke PBB dan Turki
Masuk Login

Log in or create an account now to take advantage of its privileges, and it's completely free!