IndonesianArabicEnglishRussianGermanChinese (Simplified)JapaneseTurkish

Masyarakat Makin Peduli Energi Bersih, Ini Buktinya

Masyarakat Makin Peduli Energi Bersih, Ini Buktinya
Bagikan

Bagikan Artikel Ini

atau salin tautannya

Pasar PLTS atap sangat menjanjikan, apalagi harga teknologinya pun kian kompetitif.

 JAKARTA — Indonesia adalah negara yang sangat kaya sumber daya energi baru terbarukan. Salah satunya adalah sinar matahari yang konsisten bersinar setiap hari. Data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang terbaru menunjukkan bahwa berdasarkan ketersediaan lahan yang cocok untuk pemanfaatan energi surya melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) mempunyai potensi energi surya di Indonesia mencapai 3.300 GigaWatt.


Energi surya bisa menjadi penyedia utama kebutuhan listrik di Indonesia. Potensi PLTS atap yang dibangun di atas bangunan, seperti rumah, kantor dan fasilitas umum yang lain sangatlah besar, yang otomatis potensi pasarnya juga besar.


“Dari tahun ke tahun, tren masyarakat dalam menggunakan energi bersih semakin tinggi. Fenomena ini tidak bisa dibendung. Justru ini adalah peluang besar bagi industri energi baru terbarukan. Market PLTS atap sangat cemerlang di masa depan bagi para pelaku usaha yang bergerak sebagai penyedia listrik tenaga surya. Inilah dasar dari dibuatnya Perplatsi (Perkumpulan Pemasang PLTS Atap Seluruh Indonesia) pada hari Sabtu, 23 Juli 2022 di Jakarta,” ujar Fabby Tumiwa, Ketua Dewan Pembina Perplatsi saat deklarasi di Sekertariat Perplatsi yang terletak di APINDO UKM Hub Gedung SMESCO Kementerian KUKM dalam siaran pers yang diterima Republika, Rabu (27/7).

BACA JUGA:
Melalui Mobile JKN, Warga Simeulue Ini Akui Makin Mudah Akses Layanan JKN


“Dengan harga teknologi PLTS atap yang semakin kompetitif, terlebih panel surya bisa digunakan selama 25 tahun maka bisa dikatakan penggunaan PLTS atap akan bisa lebih murah dibanding listrik PLN. Untuk itulah implementasi peraturan menteri mengenai PLTS atap harus berjalan dengan efektif di tataran masyarakat luas, agar tidak ada kebimbangan dan ada kepastian utamanya bagi para pelaku usaha penyedia lapangan kerja sebagaimana yang tergabung di Perplatsi ini,” kata Fabby Tumiwa.


Ketua Umum Perplatsi I Gusti Ngurah Erlangga menilai masyarakat Indonesia sudah berhak menghasilkan energi listrik sendiri, dimulai dari lingkungan terdekatnya, yaitu rumah dengan cara memasang PLTS atap. Energi surya yang dihasilkan itu bisa dijadikan untuk memenuhi kebutuhan energi listrik di rumahnya, dan apabila energi itu berlebih atau sisa, maka ke depannya setiap warga bisa mengekspor energi listrik ke PLN. 


Erlangga menilai salah satu tantangan para pelaku usaha pemasangan PLTS Atap adalah di bidang perizinan dan metering exim yang saat ini terhambat dengan penyambungan di beberapa lokasi di Indonesia. ”Karena itu kami mengimbau seluruh pelaku usaha PLTS Atap agar bisa bergabung dengan Perplatsi, sehingga menjadi wadah yang efektif dalam membela kepentingan industri dan pelaku usaha energi terbarukan pada khususnya. Perplatsi ini rumah bagi ribuan pelaku usaha yang meningkat tajam akibat booming energi terbarukan PLTS di Indonesia, apalagi Bali akan menjadi  ajang tuan rumah G20  bagi dunia November nanti,” tambah I Gusti Erlangga yang juga dikenal sebagai pelaku usaha BTI Energi di Bali.

BACA JUGA:
Nanik: Mulai Dari Sakit Biasa Hingga Melahirkan Dijamin JKN


Pertumbuhan energi terbarukan tidak akan dapat tercapai tanpa kolaborasi semua pihak termasuk PLN dan Lembaga terkait. Karena itu Perplatsi mendorong agar adanya sinergi dengan pihak terkait agar tercapai sebuah iklim investasi yang kondusif dan tentunya dapat bermanfaat dalam memberikan azas kepastian pelayanan kepada masyarakat khususnya di PLTS Atap.


“Perplatsi siap untuk menjadi mitra kerja yang efektif bagi PLN. Tentunya yang sejalan dengan kepentingan dan harkat hidup orang banyak, baik di sisi pengguna maupun terkait langsung maupun tidak langsung pelaku industri energi terbarukan PLTS atap. Bisa dibayangkan berapa tenaga kerja terkait yang bisa diserap atas pasar PLTS atap yang terus membesar ini di seluruh Indonesia. Tapi tentunya tanpa dukungan semua pihak maka target pemerintah untuk transisi energi akan sulit dicapai,” ujar I Gusti Ngurah Erlangga.


 


 


sumber : siaran pers

0
senang
Senang
0
sedih
Sedih
0
marah
Marah
0
waduh
Waduh
0
sakit
Sakit
Masyarakat Makin Peduli Energi Bersih, Ini Buktinya
Masuk Login

Log in or create an account now to take advantage of its privileges, and it's completely free!