IndonesianArabicEnglishRussianGermanChinese (Simplified)JapaneseTurkish

Unkris Berbagi Santunan untuk 50 Anak Yatim dan Dhuafa pada Hari Raya Anak Yatim 1444 H

Unkris Berbagi Santunan untuk 50 Anak Yatim dan Dhuafa pada Hari Raya Anak Yatim 1444 H
Bagikan

Bagikan Artikel Ini

atau salin tautannya

Menyantuni anak yatim pada 10 Muharram telah jadi kegiatan rutin Unkris tiap tahun.

BEKASI — Universitas Krisnadwipayana (Unkris) menggelar kegiatan bakti sosial yang dikemas dalam bentuk berbagi santunan kepada anak yatim-piatu dan kaum dhuafa, Senin (8/8/2022). Kegiatan ini digelar untuk merayakan Hari Raya Anak Yatim 1444 H yang jatuh pada 10 Muharam.

Sebanyak 50 anak yatim dari Yayasan Nurul Islam, Jatiwaringin, Bekasi mendapatkan santunan berupa uang dan makanan. Rektor Unkris Ayub Muktiono dalam sambutannya menyampaikan kegiatan menyantuni anak yatim pada 10 Muharram telah menjadi kegiatan rutin Unkris setiap tahun.

“Alhamdulillah, ini adalah tahun ke-10 kami mengadakan santunan untuk anak yatim pada 10 Muharram,” kata Rektor Unkris Ayub Muktiono dalam siaran persnya, Senin.

BACA JUGA:
Kejar Prestasi di Bidang Nonakademik, tidak Berarti Mengabaikan Perkuliahan

Menurut Ayub Muktiono, kegiatan santunan anak yatim selain ingin berbagi dengan anak yatim juga merupakan salah satu bentuk rasa syukur civitas akademika Unkris atas berbagai pencapaian dan prestasi yang diraih Unkris. Karena itu, dalam kegiatan ini, Unkris melibatkan seluruh sivitas akademika termasuk Yayasan Unkris.

Rektor Unkris ini mengingatkan bahwa banyak keutamaan diperoleh dari kegiatan santunan anak yatim ini. Di antaranya adalah janji Allah untuk masuk surga, bisa hidup berdampingan dengan Rasulullah di surga, berlipatganda rezekinya, mendapat gelar abror (orang yang taat Allah), terhindar dari golongan pendusta agama, dan lainnya.

Ustadz Affandi, Ketua Pengurus Yayasan Nurul Islam, dalam tausyiahnya mengingatkan bahwa sedekah adalah cara yang paling gampang untuk membuat usia amalan seseorang menjadi lebih panjang. Artinya bahwa meski hidup seseorang di dunia sangat singkat, tetapi jika memiliki amalan sodakoh, maka pahalanya akan mengalir terus meski yang bersangkutan telah tutup usia.

BACA JUGA:
Unika Atma Jaya Kukuhkan Dua Guru Besar Bidang Ekonomi dan Psikologi

“Sepanjang apa yang disodakohkan memberikan manfaat kepada sesama, sepanjang itu pula pahala akan terus mengalir, meskipun orang tersebut telah meninggal dunia,” kata Affandi.

Dalam kesempatan tersebut Affandi juga menukil kisah seorang pemuda dengan sodakoh 7 dirham pada zaman Nabi Ibrahim. Pemuda yang sudah didatangi malaikat maut sehari menjelang waktu kematiannya, ternyata memberikan sodakoh kepada 7 anak yatim tepat pada malam menjelang kematiannya. Karena sodakoh tersebut, malaikat maut diperintahkan oleh Allah SWT untuk menunda waktu kematian si pemuda hingga 70 tahun kemudian. Allah telah mengganti satu dirham sodakohnya dengan tambahan usia 10 tahun.

“Ini adalah kisah keajaiban sodakoh, bagaimana Allah memanjangkan umur bagi mereka yang gemar bersodakoh,” tandas Ustad Affandi.

0
senang
Senang
0
sedih
Sedih
0
marah
Marah
0
waduh
Waduh
0
sakit
Sakit
Unkris Berbagi Santunan untuk 50 Anak Yatim dan Dhuafa pada Hari Raya Anak Yatim 1444 H
Masuk Login

Log in or create an account now to take advantage of its privileges, and it's completely free!