Peluru Fatwa Khomeini dan Kisah Matar Hadi Penusuk Ayat-Ayat Setan dari Lebanon Selatan

Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto
ADVERTISEMENTS

Bila fatwa Imam Khomeini Seperti peluru

ADVETISEMENTS

Penulis:Muhammad Subarkah, Jurnalis Republika.

ADVERTISEMENTS
ADVERTISEMENTS


Penusukan Salman Rushdie yang dilakukan oleh Hadi Matar (24 tahun) di New York membikin kontroversi dunia. Sebagian Muslim mengutuk isu itu asal nama kemanusian, tapi sebagian lainya memaklumi itu tindakan wajar karena Salman Rushdie telah melakukan kejahatan yang jauh lebih besar dari pembunuhan, yakni fitnah, kepada Nabi Muhammad.

ADVERTISEMENTS
ADVETISEMENTS


Prof Abdul Hadi, Penyair kondang dan Guru besar falsafah Islam Universitas Paramadina Jakarta menyatakan semenjak dahulu Rusdhie memanfaatkan novel Ayat-Ayat Setan-nya sebagai sarana mengolok Islam. Kalangan penguasa negara barat juga memanfaatkan soal ini sebagai alat untuk menyudutkan Iran, terutama Iran. Amerika Serikat sebagai pemimpin negara barat kesal bukan main kepada Iran setelah jatuhnya raja Syah Reza Pahlevi yang selama berkuasa menjadi sekutu utamanya. AS berperang kata dengan Iran dengan menuduhnya sebagai negara sarang teroris. Tuduhan itu dibalas Iran melalui Imam Khomeini dengan menuduh balik Amerika sebagai: ‘Setan Besar’.

ADVERTISEMENTS


Hingga kini konflik itu terus terjadi sampai sekarang. Amerika Serikat mengembargo Iran. Iran pun biasa saja. Dia tak gentar dengan embargo ini sebab kenyataannya berbagai produk Amerika Serikat masih gampang didapati. Yang paling sepele misalnya Rokok Malioboro masih gampang didapat di Tehran.

ADVERTISEMENTS


Perseteruan Amerika dan Iran bahkan kini makin seru. Iran ngotot akan membuat negara senjata nuklir. DIa menyatakan nuklir adalah hak semua warga dan negara di dunia. Tidak ada yang bisa memonopoli. Amerika dan negara barat jelas khawair. Israel yang semua orang sudah tahu bahwa negara itu dilindungi Amerika geram. Angkatan bersenjatanya berungkali menyerang fasilitas nuklir Iran yang melakukan proses pengayaan nuklir.


Terkait aksi Matar yang lahir di California, Amerika Serikat (AS), tetapi baru-baru ini pindah ke New Jersey,   Pemimpin agung Iran Ayatollah Khamenei dilaporkan memuji penikaman penulis novel Ayat-Ayat Setan Salman Rushdie (75 tahun). 


Dia mengatakan fatwa yang dikeluarkan Ayatollah Khomeini pada 1989 fterhadap Rushdie ibaratnya seperti peluru yang tidak akan berhenti sebelum mengenai sasarannya.


Seorang penasehat senior tim perunding nuklir Iran Seyed Mohammad Marandi mengatakan, dia tak akan meneteskan air mata untuk penulis yang menyemburkan kebencian dan penghinaan tanpa henti kepada Muslim dan Islam.


Bahkan, beberapa akun yang berafiliasi dengan Garda revolusi Iran secara terbuka membanggakan serangan ini. Ini secara jelas mereka tetap mendemdam dan terus menuntut balas atas kematian komandan legendarisnya ketika ditembak melalui operasi tantara AS yang menggunakan drone ketika dia tengah berada di Irak.


 

sumber : daymail,cuk/dari berbagai sumber

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENTS
Exit mobile version