IndonesianArabicEnglishRussianGermanChinese (Simplified)JapaneseTurkish

Keistimewaan Koruptor di Indonesia

Ilustrasi Keistimewaan Koruptor di Indonesia. FOTO/Unsplash/Fikry Anshor
Ilustrasi Keistimewaan Koruptor di Indonesia. FOTO/Unsplash/Fikry Anshor
Bagikan

Bagikan Artikel Ini

atau salin tautannya

Penulis: Subhan Tomi**

PRESIDEN Ir. Soekarno pernah berucap bahwa Revolusi mental adalah suatu gerakan untuk menggembleng manusia Indonesia agar menjadi manusia baru, yang berhati putih, berkemauan baja, bersemangat elang rajawali, berjiwa api yang menyala-nyala.

Sedih rasanya banyak yang mendengar,melihat tentang korupsi di negeri ini yang hampir setiap hari layar TV dan berita cetak dan online. Mungkin jika mata dan telinga itu bisa berbicara, mereka tidak akan bisa lagi melihat atau mendengar kasus korupsi yang d karenakan terbuai oleh keinginan duniawi.

Ini adalah kenyataan pahit yang mengikis tatanan Revolusi mental,  pembangunan berkelanjutan dalam hal sumber daya manusia, infrastruktur, penegakan hukum, dan banyak lagi. Yang menjadikan Indonesia dalam masalah yang besar, menurut data Transparency International pada tahun 2021, Indonesia memiliki Indeks Persepsi Korupsi dengan skor 38 dan berada di peringkat 96 dari 180 negara.

Pendidikan antikorupsi, pencegahan korupsi di Indonesia tidak mengandung kejahatan korupsi. Tentu saja berbicara tentang dampak korupsi pada perekonomian dengan meningkatkan angka kemiskinan suatu negara, yang ditandai dengan pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat, investasi yang lebih rendah dan tingkat kemiskinan yang lebih tinggi, kebahagiaan yang lebih rendah bagi suatu negara.

Menurut Badan Pusat Statistik, jumlah penduduk miskin di Indonesia pada Maret 2022 adalah 26,16 juta orang. The Indonesian Corruption Watch (ICW) melaporkan potensi kerugian negara akibat korupsi pada tahun 2021.

ICW memperkirakan kerugian negara tahun lalu sebesar Rp 62,93 triliun, dapat berdampak merusak kepercayaan publik terhadap demokrasi akibat keserakahan dan keserakahan para koruptor

Dalam beberapa hari terakhir, publik masih membicarakan terpidana kasus korupsi yang dinyatakan bebas bersyarat berbanding terbalik ketika publik mengetahui bahwa ada wacana hukuman mati untuk memberikan hukuman yang paling berat bagi koruptor.

Faktanya adalah bahwa koruptor ini sebenarnya mendapatkan keuntungan dari perlakuan istimewa dengan mendapatkan keuntungan dari pengurangan hukuman atau, dengan kata lain, pengurangan waktu. Pemberian grasi diatur dalam Pasal 10 Undang-Undang Pemasyarakatan No. 22 Tahun 2022, yang mengatur bahwa pemberian masa hukuman (amnesti).

Apakah pantas untuk mengampuni mereka yang bersalah karena korupsi?

Karena dampak global yang terkandung dalam korupsi sangat berbahaya,  negara jelas memiliki biaya untuk mencegah tindak kejahatan korupsi, termasuk biaya penyelidikan, penyidikan, penuntutan, dan penuntutan, pengadilan dan penjara.

0
senang
Senang
0
sedih
Sedih
0
marah
Marah
0
waduh
Waduh
0
sakit
Sakit
Keistimewaan Koruptor di Indonesia
Masuk Login

Log in or create an account now to take advantage of its privileges, and it's completely free!