IndonesianArabicEnglishRussianGermanChinese (Simplified)JapaneseTurkish

Hapus Listrik 450 VA, Konversi Kompor Listrik Hingga Mobil Listrik, Untuk Melayani Rakyat atau Memuaskan Oligarki?

Ketua Banggar DPR RI, Said Abdullah adalah pengusul penghapusan penyediaan listrik 450 VA. Said Abdullah adalah kader Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan. FOTO/TVONE
Ketua Banggar DPR RI, Said Abdullah adalah pengusul penghapusan penyediaan listrik 450 VA. Said Abdullah adalah kader Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan. FOTO/TVONE
Bagikan

Bagikan Artikel Ini

atau salin tautannya

Penulis: Aisyah Karim**

MEDIA sosial dihebohkan dengan beredarnya video seorang pria yang diduga Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah sedang menikmati layanan private jet.

Said telah membuat gaduh publik karena sebelumnya mengusulkan penghapusan listrik 450 VA. Usulan tersebut disampaikan dalam rapat Panja DPR RI bersama Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan tentang RUU APBN 2023 pada Senin, 12/9/2022 lalu.

Usulan penghapusan listrik 450 VA terlontar ketika rapat sedang membicarakan agenda besar peralihan energi untuk menyehatkan APBN, sebagaimana yang diberitakan dalam cnnindonesia.com pada 18/9/2022.

Kegaduhan itu segera direspon oleh PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN. PLN memastikan tidak ada penghapusan golongan pelanggan dengan daya 450 VA. PT PLN bahkan sedang mengejar target uji coba konversi kompor LPG ke kompor induksi atau listrik pada 300.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). PLN memastikan para KPM ini tak akan mengalami kenaikan tagihan rekening listrik.

Mengutip dari republika.co.id tertanggal 18/9/2022 PLN mengklaim bahwa penggunaan kompor induksi ini terbukti lebih murah dibandingkan LPG. Nantinya, masyarakat akan mendapatkan satu unit kompor listrik induksi dengan dua tungku masak yang masing-masing berdaya 1.000 watt. Daya listrik pelanggan yang saat ini sebesar 450 VA akan ditambah menjadi 3.500 VA, sedangkan yang memiliki daya listrik 900 VA akan ditambah menjadi 4.400 VA. Penambahan ini diklaim gratis tanpa biaya dari pelanggan.

Katadata.co.id pada 17/9/2022 menyampaikan Pelaksana tugas (Plt) Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Dadan Kusdiana menjelaskan, kompor listrik memiliki sejumlah parameter digital yang dilengkapi Iot sehingga bisa memonitor konsumsi listrik yang terintegrasi dengan sistem billing atau tagihan PLN. Menurut Dadan konsumsi energinya 7,19 kilo Watt hour (kWh) dengan efisiensi 70% sampai 86%.

Akun  Twitter @nyomangeb mengomentari klaim tersebut dengan mengkalkulasi energi dan biaya untuk penggunaan kompor induksi.

“Anggaplah ibu2 memasak 1 jam dalam satu hari, maka konsumsi listrik perhari untuk kompor saja 7 KWh, dg TDL ambil 1.300, maka hanya untuk memasak 1x dalam 1 hari (asumsi 1jam/hari) perlu biaya Rp. 9.000. Kalikan sebulan, maka Rp. 270.000…” Lalu, hematnya sebelah mana ya?

Disisi lain Kementerian BUMN berencana menambah anggaran sebesar 5 triliun yang akan dialokasikan untuk pembagian kompor listrik secara gratis kepada masyarakat di mulai tahun depan dan dilaksanakan bertahap hingga 5 tahun. Program ini telah memancing kecurigaan masyarakat yang melihat kebijakan tersebut sebagai jebakan batman. Program kompor litrik di tengah upaya efisiensi anggaran APBN terdengar absurd. Terkesan menghambur-hamburkan uang negara dan membebani rakyat karena otomatis tagihan listrik rumah tangga meningkat.

0
senang
Senang
0
sedih
Sedih
0
marah
Marah
0
waduh
Waduh
0
sakit
Sakit
Hapus Listrik 450 VA, Konversi Kompor Listrik Hingga Mobil Listrik, Untuk Melayani Rakyat atau Memuaskan Oligarki?
Masuk Login

Log in or create an account now to take advantage of its privileges, and it's completely free!