IndonesianArabicEnglishRussianGermanChinese (Simplified)JapaneseTurkish

Metode Praktis Pangkas Oligarki

Oligarki di Republik Indonesia sudah menggurita dan kuat mencengkram Pemerintahan Joko Widodo alias Jokowi. FOTO/Kiagus
Oligarki di Republik Indonesia sudah menggurita dan kuat mencengkram Pemerintahan Joko Widodo alias Jokowi. FOTO/Kiagus
Bagikan

Bagikan Artikel Ini

atau salin tautannya

Penulis: Aisyah Karim**

JEFFREY A Winters dalam bukunya Oligarchy (baca: oligarki) mendefinisikan oligark yang dipahami sebagai individu-individu yang diperkuat oleh sumber kekayaan yang luar biasa besar. Oligark bisa jadi pemilik tunggal atau pemilik yang mengendalikan perusahaan, dan bisa menggunakan perusahaan untuk sarana kekuasaan pribadi.

Dalam kondisi tersebut, perusahaan menjadi wahana untuk mendukung kepentingan oligark yang menguasainya. Dalam skala global oligark telah beroperasi lintas negara dengan menggunakan organisasi-organisasi global sebagai kendaraan. Sedangkan istilah oligarki merujuk pada politik pertahanan kekayaan oleh oligark baik dengan terlibat langsung dalam kekuasaan maupun  kolektif dan berlembaga.

Pada 2019 Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh menyebut Indonesia merupakan negara penganut sistem kapitalis liberal, namun masih malu untuk mengakuinya.

“Ngomong Pancasila, mana itu pancasila. Tanpa kita sadari juga, kalau ini memang kita masuk dalam tahapan apa yang dikategorikan negara kapitalis,” katanya sebagaimana yang dikutip dari CNNindonesia.com pada 14 Agustus 2019.

Negara dikuasai oleh oligarki, elite atau konglomerat merupakan ciri negara kapitalis dimanapun. Ketika Michael Bloomberg sedang berkampanye untuk pemilihan walikota New York untuk masa jabatan ketiga, oleh media dia dibandingkan dengan oligark Romawi masa lalu, Marcus Lucinius Crassus, yang telah “menggunakan harta demi ambisi politik”. Faktanya Bloomberg Family Foundation telah memindahkan ratusan juta dolar kedalam “banyak tujuan di luar negeri-sebagiannya terkenal sebagai tempat untuk menghindari pajak”, menyembunyikan kekayaan, mengatur kekayaan untuk berkelit dari pajak dan merancang suaka pajak yang rumit adalah jasa-jasa berharga tinggi yang disediakan bagi oligark Amerika oleh Industri Pertahanan Pendapatan (Income Defense Industry) yang canggih.

Dalam skala nasional cukup merujuk pada penelitian Marepus Corner bertajuk ‘Peta Pebisnis di Parlemen: Potret Oligarki di Indonesia,’ menemukan sebanyak 55 persen anggota DPR merupakan pengusaha yang tersebar di berbagai sektor. Sebanyak 26 persen pebisnis tersebut merupakan pemilik atau owner perusahaan, dan 25 persen menjabat sebagai direktur atau wakil direktur. Kemudian, 36 persennya masih aktif dalam melakukan kegiatan berusaha.

Secara sektoral, para pebisnis tersebut berkecimpung paling banyak di sektor energi dan migas (15 persen) serta teknologi, industri, manufaktur dan ritel (15 persen). Sisanya, tersebar di sektor developer dan kontraktor (12 persen), sektor perkebunan, perikanan dan peternakan (11 persen) hingga keuangan dan perbankan (6 persen). Wajar kiranya jika undang-undang yang disusun eksekutif dan legislatif tidak pro rakyat, sebagian besar menguntungkan pihak-pihak tertentu, utamanya oligarki.

0
senang
Senang
0
sedih
Sedih
0
marah
Marah
0
waduh
Waduh
0
sakit
Sakit
Metode Praktis Pangkas Oligarki
Masuk Login

Log in or create an account now to take advantage of its privileges, and it's completely free!